Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Selasa, 22 Februari 2022 | 17:40 WIB
Ketua Rt 25 Kelurahan 3-4 Ulu Seberang Ulu I, Bayumi saat memperlihatkan makam Yenni di TPU [Suara.com/Melati Putri Arsika]

Berdasarkan cerita Bayumi yang diketahui dari pihak keluarga, jika sebelum kejadian makam dibongkar, ada kerabat almarhum Yeni yang mendapat pesan mistis untuk dilakukannya pembongkaran. 

"Itu dari sepupunya bilang bahwa ada pesan minta dibongkarkan, bahwa almarhum masih hidup. Namun, setelah di bongkar tidak ada tanda-tanda kehidupan itu," tegasnya.

Almarhum Yenni merupakan anak dari bapak M Tahan dan Ibu Mardiah. Semasa hidup dia dikenal sopan dan santun.

Hal tersebut disampaikan Istri Bayumi, Husnul (55). Ia pun beranggapan bahwa kejadian pembongkaran tersebut kemungkinan dikarenakan pihak keluarga belum bisa menerima kepergian Yenni yang dikenal baik semasa hidup.

Baca Juga: Program DMO, Dua Produsen dan 20 Distributor di Sumsel Terima Alokasi 26 Juta Liter Minyak Goreng

"Kalau sama warga, almarhum itu baik, santun juga. Meninggalnya itu bukan karena sakit atau ada apa-apanya. Dua hari sebelumnya itu saya ketemu sama dia, masih sehat. Beberapa hari kemarin juga, Yeni baru selesai mengadakan marhaban anaknya usia dua bulan," terang Husnul di kediamannya. 

Ia pun mendoakan agar jenazah mendapatkan ketenangan dan keluarga bisa belajar menerima kepergiaannya. "Kasihan jenazahanya kalau pihak keluarga masih belum menerima kepergiannya," pungkasnya.

Reporter: Melati Putri Arsika

Load More