SuaraSumsel.id - Peristiwa penganiayaan di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan bermula dari hal yang sangat sepele. Pelaku Sutrimo (30) tersinggung atas tulisan "update" status aplikasi WhatsApp yang ditulis korban.
Tulisan yang menyingung makan keringat teman, membuat pelaku Sutrismo membacok kepala temannya sendiri dengan sebilah parang.
Kejadian berdarah ini, terjadi Senin (31/1/2022), sekitar pukul 10.30 WIB, di Areal pembongkaran Abu Baturaja PT. Semen Baturaja, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Baturaja Timur OKU.
Kejadian tersebut terjadi saat tersangka baru tiba di areal pabrik pembongkaran Batubara di PT. Semen. Tersangka yang merupakan warga RSS Sriwijaya, Kelurahan Sekarjaya, Kecamatan Baturaja Timur, OKU, menghampiri korban Novi Apuansyah (41) dengan menanyakan status di aplikasi WA (WhatsApp) korban bertuliskan ‘salah satu perbuatan keji adalah makan keringat uhang (orang-red), manfaatkan tenage uhang)’.
“Lalu tersangka merasa tersinggung terjadi keributan dan akhirnya dipisahkan teman tersangka yang bekerja di sana,” kata Kapolres OKU AKBP Danu Agus Purnomo Sik, melansir Sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Rabu (02/02/2022)
Tersangka pergi menuju mobil mengangkut abu batu bara. Korban yang merupakan warga Japan M. Nur RT/RW 004/002, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Baturaja Timur, OKU, menghampiri tersangka dengan membawa sebuah batu.
Tersangka pun juga menghampiri korban dan pada saat korban hendak ingin memukul dengan mengunakan batu, tersangka mengelak langsung membacok korban di bagian atas kepala.
“Kemudian tersangka dan korban dipisahkan oleh pihak keamanan PT. Semen Baturaja lalu tersangka dibawa ke pos keamanan di areal pabrik kemudian piket pungsi dan Piket Reskrim tiba Lalu tersangka di bawa ke Polres OKU,” pungkas AKP Mardi Nursal.
Baca Juga: 16 Kilogram Sabu Dibungkus Kemasan Teh asal Myamar, Polisi: Sumsel Target Jaringan Internasional
Tag
Berita Terkait
-
16 Kilogram Sabu Dibungkus Kemasan Teh asal Myamar, Polisi: Sumsel Target Jaringan Internasional
-
Kasus Penggelapan, Mantan Cawako Palembang Sarimuda Dituntut 4 Tahun Penjara
-
Perindah Sekanak Lambidaro, Puluhan Rumah di Rusun Dibongkar Satuan Pol PP
-
16 Kilogram Sabu Dibawa Pakai Pick Up Sawit Dimodifikasi, Dikendalikan oleh Napi
-
Pengertian Puasa Rajab, Dalil dan Kapan Menunaikannya
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
POSPERA Sumsel Kecam Aksi Premanisme Ormas di Polda Sumsel, Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak
-
Kronologi Wartawan Tribun dan PalTV Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel
-
Ultimatum 5x24 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Desak Herman Deru Mundur sebagai Gubernur Sumsel
-
2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video
-
Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel