Makin Dikenal lewat Media Sosial
Tak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi pun membawa nama toko kue tradisional Bunda Rayya terkenal. Melalui media sosial instagram, dan pertemanan yang selama ini telah dijalin, pesanan kue kini datang makin beragam pembeli.
“Ada yang Singapura, Malaysia, dan negara-negara tetangga lainnya. Pembeli memang banyak orang Palembang, atau Sumsel tinggal di luar negeri, tapi ada juga yang benar-benar orang luar negeri,” katanya.
Di media sosial Bunda Rayya yang kini pengikutnya 52.000 lebih, dikenalkan berbagai ragam kue yang dijual. Selain jenis kue yang beragam, pembeli pun bisa memesan sesuai dengan kebutuhan.
Yus mencontohkan, ada pesanan yang khusus untuk natal dan tahun baru yang kemudian disesuaikan pengemasannya.
Setelah hampir dua jam duduk di dapur, Yus mendapati loyang-loyang kue yang sudah siap disajikan dan dikemas. Kotak-kotak hampers kini pun dikemas dengan pilihan satu loyang kue, dua loyang kue atau empat loyang kue. Pilihan kue yang dikemas juga dibedakan, bukan hanya satu jenis kue saja.
“Misalnya ada pembeli yang minta maksuba dan delapan jam dikemas jadi satu. Ada juga makjola, kue engkak atau lapis yang dikemas terpisah. Kemasannya disesuaikan,” terang Yus.
Dengan pilihan yang ditawarkan ini, ia pun mematok harga baragam. Ada hampers yang berisi empat potong kue ukuran 15cmx15cm dengan jenis yang berbeda.
“Hitungannya tergantung kombinasi kuenya. Untuk satu loyang ukuran sedang, harga kue mulai dari Rp300.000 hingga ada yang lebih. Dipengaruhi juga pada komposisi kue misalnya ada tambahan prunes, atau ada tambahan bahan kue lainnya,” ucapnya.
Baca Juga: Tak Penuhi Panggilan Jaksa, Pejabat Divisi Kredit Bank Sumsel Babel Dijemput Paksa
Semua jenis dan varian kue ini dijelaskan dan dikomunikasikan dengan calon pembeli. Tentu menggunakan media sosial tersebut.
Pilih Ekspedisi yang Tepat
Setelah dirasa cukup, tumpukan hampers pun kemudian mengisi ruang etalase toko. Saat menjelang sore, Yus dibantu dengan anaknya mengemas kue-kue tersebut ke dalam bagasi mobil. Kue-kue itu siap mendatangi pemesannya yang telah menunggunya.
“Bisa juga petugas JNE yang datang ke toko, tapi lebih sering dihantar saja. Dengan pelayanan yang ramah, petugas JNE pun kembali memastikan kemasan-kemasan kue siap berkelana. Karena sudah menjadi pelanggan, kami pun yakin kue-kue ini akan tiba tepat waktu dan tidak mengecewakan pembeli,” harap Yus.
Kue Bunda Rayya termasuk UMKM yang menjadi langganan JNE di Palembang. Koordinator Sales JNE Palembang, Oktavia Nopridah megatakan selama pandemi ini, terjadi peningkatan pengiriman oleh masyarakat Palembang.
Untuk jenis UMKM yang paling sering adalam UMKM makanan, seperti pempek, kerajinan songket, dan cukup banyak lainnya. “Karena kita juga tahu jika salah satu destinasi di Palembang ini, ialah wisata kuliner, yang tentu banyak disuka orang masyarakat luar, juga luar negeri,” ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Cuaca Memburuk, Penambang Biji Timah Tradisional Diminta Hentikan Aktivitas
-
Tak Penuhi Panggilan Jaksa, Pejabat Divisi Kredit Bank Sumsel Babel Dijemput Paksa
-
Kejam, 4 Pria di Empat Lawang Cekoki Miras dan Rudapaksa ABG
-
Dukung Larangan Ekspor Batubara, Erick Thohir Bahas Krisis Energi
-
Viral Pengendara Terima Surat Tilang, Warganet: Suka Gaya di Kamera e-Tilang Sih
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Apa Itu Etomidate? Zat yang Ditemukan Bersama 6.000 Pil Ekstasi di Palembang
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Pria di Musi Rawas Tewas Diracun Selingkuhan dengan Sianida, Ini Kronologinya
-
Kilang Plaju Cetak Operator Scaffolding Bersertifikat, Dorong Kesiapan Tenaga Kerja Lokal