SuaraSumsel.id - Peringatan perang 5 hari 5 malam berlangsung di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (1/1/2022). Di hari pertama pada tahun 2022 ini, Komunitas Sahabat Cagar Budaya (SCB) menggelar serangkaian kegiatan.
Mulai dari prosesi mengheingkan ciptan, bincang pustaka, Heritage Walk Palembang dengan tema Meet The Heroes di Taman Tentara Pelajar di Jalan Merdeka, Palembang.
Sejarawan dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Syafruddin Yusuf , mengatakan wawasan mengenai perang lima hari lima malam di Palembang sangat penting terutama pada generasi muda, sebagai wujud dari masyarakat di Palembang, Sumatera Selatan.
“Kalau generasi tua pasti tahu perang lima hari lima malam hanya generasi muda ini yang umur 20 tahunan kurang, karena mata pelajaran sejarah yang membahas perang lima hari lima malam tidak ada dalam kurikulum, “ katanya saat mengisi acara.
Hanya saja, Guru masih enggan menyampaikannya sebagai materi sejarah lokal di luar kurikulum yang sudah harus diajarkan.
“ Mestinya sasaran pertama kalau mau perang ini dikenal masyarakat khususnya generasi muda sekarang di lembaga pendidikan ini nanti kaitannya nanti Dinas Pendidikan yang mewajibkan memberikan materi tentang perang lima hari lima malam itu,” katanya.
Dalam materinya mengenai perang 5 hari 5 malam, beberapa faktor yang menyebabkan Belanda sangat ingin menguasai Palembang hingga terjadi perang 5 hari 5 malam, di antaranya ekonomi, dan politik
“ Faktor militer, Palembang juga pusat kekuatan militer untuk Sumatera Bagian Selatan dan dari sisi sosial di mana waktu zaman Jepang , orang Belanda ditahan dan disiksa oleh Jepang. Oleh karena itu Belanda ingin mengembalikan citra Belanda dengan menguasai Palembang,” terangnya.
Diketahui adapun perang 5 hari 5 malam berlangsung di wilayah Palembang, mulai dari RS Charitas, Bagus Kuning Plaju, Gedung Handlezaken, Talang Semut dan pusat kekuatan Belanda di Benteng Kuto Besak (BKB).
Baca Juga: Kaleidoskop Sumsel 2021: 5 Peristiwa Heboh, Donasi Palsu Rp2 Triliun Akidi Tio
"Perang 5 hari 5 malam itu sifatnya perang kota," sambungnya.
Wawasan mengenai perang lima hari lima malam perlu terus diperluas dan dikenalkan pada generasi muda terutama Palembang, Sumatera Selatan.
Senior Coordinator Sahabat Cagar Budaya, Robby Sunata mengatakan perang lima hari lima malam di kota Palembang juga perlu mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat.
"Wawasan sejarah perang ini amat perlu dikenalkan dari berbagai aspek. Misalnya saat itu, Palembang dikenal sebagai daerah tambang terbesar di Asia Tenggara. Dua kilang minyak terbesar di Asia Tenggara memasok 70 persen penghasil minyak di Indonesia. Dari posisi strategis secara ekonomi ini, Palembang penting secara politik,” terang Robby.
Berita Terkait
-
Songsong 2022, Gubernur Herman Deru Mengajak Kerja Gotong Royong
-
Meet The Heroes, Rangkaian Peringati Perang 5 Hari 5 Malam di Palembang
-
Hadir pada Penobatan HRS Man of The Year 2021, Ketua DPD RI Dinilai Tidak Netral
-
Menag Minta Pimpinan Ponpes Pemerkosa Santriwati di OKUS Dihukum Berat
-
Lagi Asyik Makan Pempek, Warga Palembang Diseruduk Xenia
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Warga Sumsel Mulai Bergerak, Petisi Evaluasi dan Transparansi Karhutla Ramai Ditandatangani
-
Dulu Duet Prabowo di Pilpres 2014, Hatta Rajasa Kini Jadi Wakil Ketua Wantimpres
-
Asap Karhutla Tutup Jalur Sungai Banyuasin, Kapal Sembako Kandas dan Tenggelam
-
Kilang Plaju Satukan Doa dan Ikhtiar Lewat Sholat Istisqa di Tengah Kemarau
-
16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla, Warga Sumsel Ajukan 7 Tuntutan