SuaraSumsel.id - Kasus pelecehan seksual di Unsri atau Universitas Sriwijaya terus menjadi perhatian publik. Korban pun mengungkap kisah mengalami kekerasan seksual melalui pesan yang dikirimkan pelaku.
Berdasarkan data yang diungkap WCC Palembang, pelaku terlapor ialah seorang dosen bernama Reza Ghasarma, yang merupakan Kaprodi atau Kepala Program Studi Manajemen Unsri pada jenjang strata satu.
Pengakuan korban yang sering dihubungi dengan telegram mengungkap jika pelaku sering menghubunginya meski tidak sama sekali pernah berjumpa.
Pesan telegram berisi pelecehan itu bermula ketika korban dihubungi pelaku R yang bertugas sebagai penguji dalam ujian akhir skripsinya.
Hal itu dilakukan untuk keperluan adminitrasi sebelum melaksanakan ujian. Setelah urusan itu selesai, namun pelaku terus-terusan mengubungi korban,
"Dia (pelaku) nge-chat dari telegram dengan sistem yang otomatis 15 menit langsung hilang. Tapi beberapa yang sempat saya simpan," ujarnya.
Pelaku dosen Reza pun menanyakan nomor rekening.
"Awalnya dia nanya-nanya biasa, tapi ujungnya nge-chat minta nomor rekening. Saya tanya untuk apa, terus dia jawab katanya mau kasih uang jajan. Langsung saja saya tolak karena saya pikir untuk apa kok dia mau kasih uang. Makanya tidak saya balas," ungkapnya.
"Malamnya dia chat lagi ke saya tanya hal-hal yang tidak pantas. Dia tanya lagi pakai baju warna apa, dalamannya pakai warna apa, ukuran bra. Jelas saya risih, makin tidak saya gubris. Tapi tetap saja dia chat terus," tuturnya.
Baca Juga: Waspada, Potensi Cuaca Ekstrem Terjadi di Sumsel Sepekan ke Depan
Pelaku tetap saja mengirim pesan singkat kepada D. Sampai akhirnya oknum dosen tersebut mengirimkan pertanyaan yang menurut korban sudah sangat tidak pantas.
Korban ingat benar pesan tersebut dikirimkan dosen R pada 25 Agustus 2021."Tetap dengan bahasa yang sama, seperti minta nomor rekening. Tapi kali itu bahasa dia lebih fulgar lagi chatnya. Makin tidak saya gubris," ucapnya.
Korban pun berniat melaporkan kejadian ini karena tidak ingin ada korban lagi atas kasus yang sama ini.
"Karena apabila kasus ini tidak diangkat, saya yakin bisa membuat dia semakin menjadi-jadi. Dia tidak akan jera, bakal terus berlanjut. Bahkan juga bisa menimbulkan ketakutan untuk diri kita sendiri juga sebagai mahasiswa," ujarnya.
Akhirnya korban memutuskan agar tidak mengadukan persoalan pelecehan seksual ke pihak kampus dengan niat awalnya tersebut.
"Saya mau langsung ke polisi saja karena memang tujuan saya untuk melaporkan dosen R. Saya tidak mau melibatkan kampus," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Korban Kekerasan Seksual Unsri Kian Bertambah, WCC: Rektor Harus Nonaktifkan Kaprodi
-
Fakta Kasus Pelecehan Seksual Unsri: Sebelum Dilarang Yudisium, Mahasiswi Disekap di WC
-
Menolak Usulan TNI Ajudan DPR, Dudung Tegas: Tidak Saya Penuhi
-
Terjaring Razia Yustisi di Muara Enim, Puluhan Pasangan Bukan Suami - Istri Kalang Kabut
-
Gudang Minyak Ilegal di Depan Tol Palindra Kebakaran, Lalu Lintas Sempat Macet Total
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji
-
Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh
-
Hujan Sudah Turun, Karhutla Sumsel Belum Tuntas, Seberapa Efektif Dry Ice dan OMC?
-
Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan
-
Membaca Jongot: Hutan Warisan Suku Musi yang Menawarkan Harapan di Tengah Krisis Iklim