SuaraSumsel.id - Meski dikenal sebagai kota Metropolitan, namun di kota Palembang masih ditemukan kondisi sekolah yang memprihatinkan. Bahkan video siswa meminta bantuan guna membenahi sekolahnya sempat viral di media sosial.
Usut punya usut siswa tersebut ialah pelajar MTS/MA Minhajul Islamiyah Pulo Kerto, Kecamatan Gandus Palembang. Kondisi sekolahan ini sangat memprihatinkan.
Bangunan yang masih belum selesai itu, berdiri di atas lahan hibah kosong milik warga. Tak nampak kegiatan pembangunan, hanya terlihat tumpukan kayu, semen dan batu bata yang dibiarkan.
Rencananya bangunan tersebut akan digunakan untuk sekolah MTS/MA Minhajul Islamiyah, namun sayang hingga kini bangunan tersebut terlantar karena tidak ada biaya untuk melanjutkan pembangunan.
Hingga pada akhirnya, para siswa MTS/MA Minhajul Islamiyah membuat surat terbuka agar masyarakat meminjamkan uang kepada mereka.
Uang itu rencananya akan digunakan untuk membeli bahan bangunan bagi sekolah mereka yang selama lima tahun ini tak kunjung selesai dibangun lantaran kekurangan biaya.
Akibat mandeknya pembangunan tersebut, siswa-siswi MTS/MA Minhajul Islamiyah terpaksa menumpang di teras dan ruangan masjid dengan alat seadanya saat proses belajar mengajar berlangsung.
"Saat panas ya kami kepanasan, saat hujan ya kami juga basah. Jadi kadang berhenti dulu belajarnya. Tunggu hujan reda," kata Maleha (17) salah satu siswa di Yayasan Minhajul Islamiyah saat ditemui di sekolahnya, Selasa (30/11/2021).
Dari pantauan di lapangan, untuk sampai ke MTS/MA Minhajul Islamiyah, setidaknya harus melewati perjalanan sejauh kurang lebih 5 kilometer dari Simpang Rider Gandus Palembang.
Baca Juga: ASN di Sumsel Tertipu Rp623 Juta, Jaminkan 18 Unit Dump Truk
Selain itu akses jalan menuju ke desa tersebut juga sebagian masih belum dicor atau masih tanah merah yang basah. Bahkan jarak antara lokasi sekolah dengan masjid tempat belajar sementara juga terbilang jauh yakni sekitar 2 Kilometer.
Berada di ujung kota Palembang, desa tempat MTS/MA Minhajul Islamiyah juga berbatasan dengan wilayah Kabupaten Muara Enim yang hanya dibatasi oleh Sungai Musi.
Maleha mengatakan, tidak ada pilihan baginya untuk memilih sekolah yang lebih layak sebagai tempat belajar.
Sebab lokasi desanya yang terpencil, ditambah lagi buruknya akses jalan dan tak adanya kendaraan membuat mereka tak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi tersebut.
"Harus punya motor kalau mau cari sekolah yang bagus. Belum lagi saat musim hujan, susah kami mau kemana-mana karena jalananya yang becek dan licin sulit dilalui," ucapnya.
Dibangun dengan dana hibah dari masyarakat, MTS/MA Minhajul Islamiyah sudah berdiri sejak tahun 2017 silam.Namun hingga kini pembangunannya belum kunjung selesai lantaran kekurangan biaya.
Tag
Berita Terkait
-
ASN di Sumsel Tertipu Rp623 Juta, Jaminkan 18 Unit Dump Truk
-
Terapkan PPKM Level 3 saat Nataru, Pelajar Palembang Tak Diliburkan
-
Hiasan Pengantin Khas Palembang Dipakai Artis Malaysia Viral, Budayawan Beri Respon Ini
-
LRT Sumsel Kini Wajib Pakai Uang Elektronik, Berlaku 1 Desember 2021
-
Kompak, Mukti dan Nasuhi Akui Tak Pernah Tahu Proposal dan Aliran Dana Masjid Sriwijaya
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?
-
Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim
-
Ratu Dewa Berang di Rapat Banjir, PPPK Diusir, Nasib Kadis hingga Kabid Disorot
-
Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?
-
Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam