SuaraSumsel.id - Mahasiswi Universitas Sriwijaya atau Unsri yang diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh dosennya melapor ke polisi. Melalui Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA), Pemprov sumsel mendampingi mahasiswi tersebut melapor ke polisi.
"Kemarin (Senin) dari UPTD kita, ikut mendampingi terduga korban melapor polisi. Di sana kita melihat ada sedikit trauma yang dirasakan korban," kata Kepala Dinas PPPA Sumsel, Henny Yulianti, ketika dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (30/11/2021).
Sebelum pihaknya melakukan pendampingan terhadap korban saat melapor polisi, pihaknya lebih dahulu mendapat informasi dari BEM KM Unsri.
"Minggu kemarin BEM Unsri kontak ke kita soal informasi tersebut, jadi Senin-nya langsung kita dampingi," katanya.
Pemerintah Provinsi atau Pemprov Sumsel sudah mengetahui peristiwa tersebut sejak September 2021, dari informasi yang viral di media sosial.
"Kan viral pada September (2021) lalu sebenarnya kita sudah mau menghubungi, tetapi menurut BEM, tadinya peristiwa ini mau di selesaikan secara kekeluargaan antara terduga korban dan pihak rektorat kampus," kata Henny.
"Kita juga menyayangkan jika seandainya kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Karena selain untuk efek jera ke pelaku, laporan ke ranah hukum juga bertujuan agar kejadian serupa jangan sampai terulang lagi," jelasnya.
Pada hari yang sama, polisi juga telah menerima laporan dari Mahasiswi Unsri berinisial DR (22).
DR dalam laporannya, mengaku dicabuli dengan cara dipegang, dicium, dan dipeluk oleh dosen pembimbingnya saat mengajukan skripsi.
Baca Juga: Situasi Masih Pandemi, Rancangan APBD Sumsel 2022 Capai Rp10,1 Triliun
Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Masnoni membenarkan pelaporan tersebut. Pelaporan tersebut kini dalam penyelidikan.
"Masih dilakukan penyelidikan," ucapnya Selasa (30/11/2021).
Tag
Berita Terkait
-
Korban Pelecehan Seksual Unsri Lapor Polisi, Pelaku Segera Diperiksa
-
Kasus Pecelehan Seksual di Unsri Mandek, BEM Ingin Rektorat Transparan
-
Tiga Kasus Pelecehan Seksual di Unsri Belum Terungkap, BEM Menyatakan Sikap Ini
-
Kasus Pelecehan Seksual di Unsri Belum Terungkap, BEM: Korban Diperiksa Tapi Tak Jelas...
-
Rektor Unsri Akui Sulit Membongkar Kasus Pelecehan Seksual, Bentuk Tim Adhoc
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana
-
Perkuat Keamanan Ruang Udara Obvitnas, Kilang Plaju Jalani Assessment AIP dan Supervisi SMP
-
Ratu Dewa Target Macet Palembang Turun 40 Persen dalam 90 Hari, Mungkinkah?