SuaraSumsel.id - Pelaku pencurian dompet milik karyawan Toko Bangunan Mutia Jaya terekam CCTV hingga vira di media sosial (medsos). Akibat viral tersebut, pelaku pun akhirnya mengembalikan dompet korban hingga mengakui perbuatannya.
Aksi pencurian tersebut terjadi di Jalan Sukawinatan, Keluarahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami Palembang, Rabu (3/11/2021) sekitar pukul 10.25 WIB.
Anjeliatin (21) yang merupakan korban pencurian saat ditemui mengatakan pelaku datang seorang diri dengan membawa sepeda. "Pelaku ini menggunakan jaket warna hijau baju biru celana crem dan menggunakan topi. Setelah memarkirkan sepeda di depan, pelaku kemudian masuk dan mendekati tas saya yang saya letakan di kursi tempat saya duduk," ujar Anjeliantini warga Jalan Mayor Zurbi Bustan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami.
Pelaku kemudian mengambil tas miliknya. Dari rekaman CCTV terlihat pelaku mengambil tas miliknya, kemudian mengambil dompet.
"Setelah itu meninggalkan tas saya tidak jauh dari tempat saya duduk, setelah itu pelaku keluar," katanya.
Karena tidak terlalu memperhatikan pelaku korban yang lengah lantas curiga dan sempat mengejar pelaku keluar, namun kejauhan.
"Setelah itu sore harinya sekitar pukul 16.00 Wib pelaku memposting dompet saya di facebook OLX jual beli Palembang dengan menuliskan kata-kata, ditemukan tercecer KTP elektronik kartu vaksin, ATM dan lain-lain, bagi yang menemukan harap hubungi nomor handphone yang tetera," ungkap korban.
Melihat postingan tersebut sesuai dengan KTP miliknya, ia lantas mencobamengirimi pesan kepada pelaku."Malamnya sekitar pukul 19.00 Wib di balas pelaku, dan dia menyuruh saya mengambil dompet saya di kawasan PTC Mall kota Palembang," katanya.
Korban kemudian mendatangi pelaku bersama ayahnya.
Baca Juga: 1.200 Anak Sumsel Korban Pandemi COVID-19, Terbanyak di Palembang
"Setiba di TKP saya melihat pelaku persis di CCTV, mulai dari baju celana hingga topinya belum di ganti, saya kemudian mengatakan kamu yang ambil dompet saya dan aksinya terekam CCTV, lantas pelaku mengakui perbuatannya," bebernya.
Setelah mengatakan hal tersebut, pelaku pun langsung minta maaf dan mengakui perbuatannya.
"Dia mengaku nekat melakukan aksi itu karena tidak bekerja dan tidak mempunyai uang, saat itu dia hanya mengembalikan kartu-kartu identitas saya sedangkan uang Rp 50 ribu serta dompet saya sudah dibuangnya, karena kasihan lantas saya maafkan dan saya dan ayah saya pergi," tutup mahasiswa semester tiga perguruan tinggi swasta di Palembang ini.
Kontributor: Welly Jasrial Tanjung
Berita Terkait
-
1.200 Anak Sumsel Korban Pandemi COVID-19, Terbanyak di Palembang
-
Gelar Vaksinasi, Gerindra Sumsel Bagikan Paket Sembako kepada Peserta Vaksin
-
Prakiraan Cuaca Sumsel Hari Ini: Diguyur Hujan Disertai Petir Kilat Durasi Singkat
-
Ketika Puluhan Admin Akun Media Sosial di Sumsel Berjambore, FAMS Targetkan Hal Ini
-
Prakiraan Cuaca BMKG: Waspada Potensi Hujan Sedang di Sumsel
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
Terkini
-
PTBA Dorong UMKM Belitang Naik Kelas Lewat Penguatan Pengelolaan Keuangan
-
Program BRIVolution Reignite Dorong Kinerja BRImo, Transformasi Digital BRI Makin Kuat
-
Review Keunggulan dan Harga Asics Magic Speed 4
-
Korupsi Dana PMI Palembang, Fitrianti Agustinda dan Suami Dijatuhi Hukuman 7,5 Tahun Penjara
-
GENsi Digelar di Palembang, Komdigi-Indosat Dorong Anak Muda Hadapi Era Super-Cycle AI