Mulanya ia merebus pempek lenjer, yakni pempek yang dibuat hanya dari adonan utama, campuran daging dan ikan yang kemudian dibentuk bulat pipih. Panjangnya mirip kue semprong, sepanjang semampunya orang dewasa menggenggam.
Pempek ini termasuk lebih cepat dibuat, karena itu pempek ini lebih dahulu dimasak. Dalam satu kali merebus, kuali bisa menampung hingga 50-60 pempek lenjer kecil ini. Tidak butuh waktu lama, menghasilkan ratusan pempek lenjer ini.
Sembari menjadi menu sarapan, pekerja pun ada yang memulai dengan mencicipi pempek lenjer ini.
Kali ini bukan uap es dingin yang terlihat, namun uap panas. Uap dari pempek yang baru diangkat dari air rebusan amat sangat mendidih yang kemudian ditiriskan.
Baca Juga: Dirampas Puluhan Tahun, Warga Tanjung Rancing Sumsel Siap Rebut Tanah yang Dikuasai PT TMM
Kandungan daging dan ikan yang segar, membuat rasa pempek ini terasa lezat dan bergizi. Sumber protein yang sangat baik saat situasi Pandemi COVID-19 saat ini, termasuk sumber energi memulai pekerjaan memproduksi ribuan pempek bagi warga Palembang.
Satu pekerja lainnya mempersiapkan adonan kuah cuka. Biasanya kata Minah, cuka memang tidak dimasak, setiap pagi. Kadang ada kuah cuka yang dimasak kemarin malam yang masih tersisa.
Memasak cuka pempek ini tergantung kebutuhan dan produksi pempek. Untuk kuah cuka pempek, Minah menghabiskan 30 kg gula aren yang juga dihantarkan penjualnya ke rumah setiap beberapa hari.
Proses pemesanan bahan pempek sudah dilakukan Minah lebih digital, menggunakan smartphonenya. Minah cukup mengirim pesan dalam berbagai aplikasi komunikasi. Lebih ringkas, tidak seperti dahulu.
“Karena sudah memulai bisnis hampir 20 tahun, biasa bahan diperoleh dari penjual langganan. Tinggal kirim pesan WhatsApp, jika sekarang,” ujar Minah, pagi itu.
Baca Juga: Kasus Anak Alex Noerdin, KPK Periksa Wakil Bupati Musi Banyuasin di Polda Sumsel
Berangsur matahari makin meninggi, berangsur pula pembeli mendatangi dapur rumah Minah ini.
Berita Terkait
-
Perbedaan Pempek Palembang dan Lampung, Mana yang Lebih Enak?
-
Skandal Raffi Ahmad Sang Utusan Khusus Presiden: Digugat ke Pengadilan saat Pandemi Covid-19
-
Incar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Menkomdigi Dorong Digitalisasi dan Penggunaan AI untuk UMKM
-
Sebut WHO Rancang Pandemi Baru, Epidemiolog UI Tepis Ucapan Dharma Pongrekun: Itu Omong Kosong
-
Dharma Pongrekun Sebut Penyebab Tanah Abang Sepi Akibat Pandemi Covid-19
Tag
- # pempek Minah
- # Pempek Palembang
- # Resep Pempek Palembang
- # pemburu pempek palembang
- # UMKM Pempek Palembang
- # UMKM Pempek
- # go-jek
- # Bangkit Bersama
- # Bangkitbersama
- # Go-Jek
- # Go Food
- # digitalisasi umkm
- # Digitalisasi UMKM Pempek
- # Bisnis Pempek
- # Di tengah pandemi Covid-19
- # Pandemi Covid-19
- # Pandemi COVId-19 di Palembang
- # kawasan 7 Ulu
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
Darma Agung Club 41 Palembang Beroperasi Diam-Diam Meski Resmi Ditutup?
-
Herman Deru Pulang Kampung, Halal Bihalal di OKU Timur Penuh Keakraban
-
Pasca Penusukan Sadis, Izin Operasional DA Club 41 Palembang Dipertanyakan
-
Detik-Detik Kecelakaan Maut di Lahat: Satu Keluarga Tewas Saat Hendak Silaturahmi
-
Lebaran Berkah Bersama Bank Sumsel Babel: Mudik Gratis, Zakat Digital, dan Dana Tunai Siap