Meski masih beruap es, tangannya sigap mengaduk dengan menggunakan sendok kayu panjang. Meski begitu, pekerja pun masih menggunakan tangan untuk mengaduk adonan tepung dan daging ikan tersebut.
“Mengaduk pakai tangan, jangan sering-sering, nanti rasanya tidak gurih, malah liat,” ujarnya mencoba membagikan tips membuat pempek Palembang.
Hanya butuh waktu tidak sampai 10 menit, ia sudah mengaduk menjadi adonan utama pempek adaan. Pekerjaan lanjutannya menyiapkan wajan besar, yakni wajan menggoreng dengan kapasitas besar.
Pekerja lainnya mempersiapkan wajan namun untuk merebus pempek. Pekerja bernama Ibu Yuni, menanak air dalam kuali besar untuk merebus pempek seperti pempek telur dan pempek lenjer.
Untuk kali ini, pempek telur juga dibuat beberapa seri. Ada pempek telur berukuran kecil yang diisi dari kocokan putih dan kuning telur, namun ada juga pempek telur dalam ukuran besar yang berisi satu butir telur ayam utuh.
Mulanya ia merebus pempek lenjer, yakni pempek yang dibuat hanya dari adonan utama, campuran daging dan ikan yang kemudian dibentuk bulat pipih. Panjangnya mirip kue semprong, sepanjang semampunya orang dewasa menggenggam.
Pempek ini termasuk lebih cepat dibuat, karena itu pempek ini lebih dahulu dimasak. Dalam satu kali merebus, kuali bisa menampung hingga 50-60 pempek lenjer kecil ini. Tidak butuh waktu lama, menghasilkan ratusan pempek lenjer ini.
Sembari menjadi menu sarapan, pekerja pun ada yang memulai dengan mencicipi pempek lenjer ini.
Kali ini bukan uap es dingin yang terlihat, namun uap panas. Uap dari pempek yang baru diangkat dari air rebusan amat sangat mendidih yang kemudian ditiriskan.
Baca Juga: Dirampas Puluhan Tahun, Warga Tanjung Rancing Sumsel Siap Rebut Tanah yang Dikuasai PT TMM
Kandungan daging dan ikan yang segar, membuat rasa pempek ini terasa lezat dan bergizi. Sumber protein yang sangat baik saat situasi Pandemi COVID-19 saat ini, termasuk sumber energi memulai pekerjaan memproduksi ribuan pempek bagi warga Palembang.
Satu pekerja lainnya mempersiapkan adonan kuah cuka. Biasanya kata Minah, cuka memang tidak dimasak, setiap pagi. Kadang ada kuah cuka yang dimasak kemarin malam yang masih tersisa.
Memasak cuka pempek ini tergantung kebutuhan dan produksi pempek. Untuk kuah cuka pempek, Minah menghabiskan 30 kg gula aren yang juga dihantarkan penjualnya ke rumah setiap beberapa hari.
Proses pemesanan bahan pempek sudah dilakukan Minah lebih digital, menggunakan smartphonenya. Minah cukup mengirim pesan dalam berbagai aplikasi komunikasi. Lebih ringkas, tidak seperti dahulu.
“Karena sudah memulai bisnis hampir 20 tahun, biasa bahan diperoleh dari penjual langganan. Tinggal kirim pesan WhatsApp, jika sekarang,” ujar Minah, pagi itu.
Berangsur matahari makin meninggi, berangsur pula pembeli mendatangi dapur rumah Minah ini.
Tag
Berita Terkait
-
Adaptasi dan Inovasi: Nyala Semangat Usaha Mikro di Tengah Badai Corona
-
Sandiaga Uno di Palembang, Harap Pempek Mendunia Bisa Kalahkan Rendang
-
Pandemi Bikin Pempek Udang Makin Digemari, Sumber Protein Tubuh
-
PT Pos Kenakan Tarif Khusus Kirim Pempek, Lebih Murah
-
Sasar Sektor Pendidikan, Go-Jek Kolaborasi dengan Poltekpar Palembang
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi
-
Terbang ke Kuala Lumpur Kini Lebih Mudah, AirAsia Tambah Penerbangan dari Palembang