SuaraSumsel.id - PT Pos Indonesia kini memberikan tarif khusus memberikan tarif khusus untuk pengiriman barang untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah kuliner pempek di Palembang.
Executive General Manager PT Pos Kota Palembang Yessi Agustianti mengatakan, perusahaan membuat tarif khusus yakni Rp10.000 per kilogram , baik bagi UMKM maupun masyarakat Palembang.
“Ini berlaku untuk tujuan wilayah Jabodetabek. Sedangkan, daerah lainnya masih menggunakan tarif normal. Tarif khusus ini mulai diberlakukan pada 20 September lalu hingga akhir tahun mendatang,” kata dia.
Upaya ini merupakan cara perusahaan untuk meningkatkan pendapatan karena sejak pandemi berlangsung dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan omset.
Semula, PT Pos Indonesia mengirimkan 5-6 ton pempek ke berbagai daerah di Tanah Air dengan nilai transaksi mencapai Rp1 miliar per hari.
Kini, pendapatan berkurang secara signifikan yakni hanya sekitar Rp3 juta per hari.
Namun, sejak dijalankan program tersebut PT Pos sudah mengirim hampir 263 koli paket pempek.
Untuk mendongkrak performa, perusahaan menciptakan aplikasi Buymart.com guna memudahkan masyarakat memesan pempek hanya lewat aplikasi. Dalam aplikasi tersebut ada 30 UMKM yang ikut bergabung. (ANTARA)
Baca Juga: Kematian Anak Sumsel Terpapar COVID-19 Tinggi, Ketua IDAI: Orang Tua Abai Prokes
Tag
Berita Terkait
-
Jual Ikan Belida Kini Bisa Didenda, Pedagang Pempek Resah
-
Momen Tentara Amerika Serikat Mencicip Pempek Palembang: Excellent
-
Parah! Bantuan Beras PPKM Level 4 di Pandeglang Menguning dan Menggumpal Seperti Batu
-
Warga Sumut Dapat Bansos 10 Kg Beras, Diantar oleh PT Pos
-
Penyaluran Bantuan Sosial Tunai Kemensos di Jakarta Pusat
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
-
PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak
-
PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja
-
17 Tersangka Karhutla Sumsel Diproses, Lalu Bagaimana dengan 545 Hotspot di Konsesi?
-
ISPA Palembang Tembus 9.313 Kasus Saat Kabut Asap Karhutla, Ini Data Terbarunya