SuaraSumsel.id - Penyelidikan atas kasus perdagangan bayi di Palembang, Sumatera Selatan masih berlanjut. Sejumlah pihak diamankan termasuk orang tua yang membeli bayi perempuan yang baru berusia 40 hari tersebut.
Dari hasil penyelidikan polisi diketahui jika, bayi tersebut setelah diserahkan ibu kandungnya, Anita dibawa ke Dusun Talang Tebaris Ranau Kabupaten OKU Selatan. Keduanya membayar Rp7 juta agar dapat memiliki sang bayi.
Bayi itu pun kini sudah berada di Polrestabes, sekaligus kedua orang tua yang membelinya juga masih dalam pemeriksaan.
Dari pantauan Sumselupdate.com - jaringan Suara.com, terlihat bayi dari pasangan Anita dan Bobi ini, dalam keadaan sehat.
Orang tua yang membeli bayi sangat berkeinginan memiliki anak, karena setelah tujuh tahun pernikahannya belum juga dikaruniai buah hati.
“Di kita bayi tersebut baru lima hari berada di Dusun Talang Tebaris Ranau Kabupaten OKU Selatan,” ujar Maliki (36), di halaman Polrestabes Palembang, Kamis (28/10/2021).
Maliki terseret kasus ini karena dianggap menjadi penadah bayi tersebut.
Padahal, katanya ia tertarik dengan bayi tersebut, karena sudah tujuh tahun menikah namun belum memiliki keturunan.
“Ada tawaran dari kakak ipar bayi itu, kita disuruh siapkan uang Rp7 juta untuk mendapatkan bayi tersebut,” ucapnya.
Baca Juga: Pensiun Polisi Polda Sumsel Jadi Korban Hipnotis, Uang Rp3 Juta Raib
Bayi tersebut kini diberi nama Marlinda. Nama pemberian istrinya Mardiana.
Berita Terkait
-
Perdagangan Bayi di Palembang Terungkap, dan 3 Berita Populer di Sumsel
-
Bayi Dijual Rp5 Juta Berhasil Diselamatkan, Polisi Tetapkan Si Ibu Tersangka
-
Bayi di Palembang Dijual Rp5 Juta, Ibunya Tak Mampu Bayar Biaya Persalinan
-
Pria 20 Tahun Nekat Bakar Keluarga, Diduga Terlibat Penjualan Anak di Bawah Umur
-
Waduh! Oknum Bidan di Pekanbaru Diduga Terlibat Perdagangan Bayi
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Duel Maut di Kebun Sawit Muba, Korban Tewas Ditebas di Leher, Benarkah Curi Sawit?
-
99 Pekerjaan Disebut Fiktif, Eks Kadis Perkimtan Palembang Hanya Dituntut 1,5 Tahun
-
PT DSI Ambil Alih Ekspor SDA, Akademisi Ingatkan Nasib Perusahaan Lokal Sumsel
-
Kabut Asap Makin Parah, Unsri Alihkan Kuliah ke Online, Kapan Kembali ke Kampus?
-
KA Bukit Serelo Tabrak Isuzu Panther, Satu Keluarga Jadi Korban: 4 Meninggal, 1 Kritis