SuaraSumsel.id - Kaesang Pangarep beberapa hari ini memang gencar bikin media sosialnya ramai dikunjungi pengikutnya. Awalnya, ia menulis siap mendukung RI 1. Banyak yang kemudian mendugannya berhubungan dengan pencalonan Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.
Lalu beberapa jam ini, ia memposting baliho merah dan kuning. Netizen pun kemudian mengomentarinya dengan nada bercanda, jika yang dilakukan seolah menyindir kehadiran baliho dari tokoh tokoh politik saat ini.
Apalagi di baliho merah, Kaesang menulis Kepakan Sayapmu. Dengan memperlihatkan produk roti dengan kalimat jika Kaesang Pangarep ialah Ketua Roti nomor 1 Indonesia.
Tulisan kepakan sayap ini mirip atau hampir sama dengan baliho milik Puan Muharani dengan tagline Kepakan Sayap Kebhinekaan.
Tampaknya Kaesang menggunakan postingan ini guna mempromosikan produk makanan baru miliknya. Selain baliho merah, Kaesang juga memperlihatkan diri di baliho kuning.
Di baliho kuning ini, ia menulis kerja untuk pisang. Kalimat dan baliho ini pun mirip dengan baliho milik Airlangga Hartanto. Jika Airlangga Hartanto memilih tagline bekerja untuk Indonesia. Selain itu, juga lengkap dengan tulisan tahun 2024.
Kehadiran dua baliho ini dinilai netizen ialah metode marketing yang dilakukan Kaesang guna menjual produk makanan barunya.
Banyak pengikut kaesang yang kemudian mengomentari dengan nada bercanda, namun ada juga yang menghubungkannya dengan kondisi perpolitikkan saat ini.
Netizen malah menduga apakah postingan Kaesang ialah kode adanya kolaborasi antara kedua partai, yakni PDI Perjuangan dan Golkar.
Baca Juga: Anak Gubernur Sumsel, Pecha Leanpuri Bakal Dimakamkan di Makam Keluarga di Gandus
Akun aicoffeegayoaceh menulis jika Kaesang memiliki selera humor yang tinggi.
"Mas Kaesanggg kocaakk tenaann" tulis ia.
Akun dimas_agam97 malah menanyakan mengapa partai lainnya tidak ada.
"Sibiru gk ada om," tanyanya.
Akun putra_chyprtm menuliskan jika kedua partai, yakni PDI dan Golkar akan bersaing.
"PDI vs golkar," tulis ia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Apa Itu Etomidate? Zat yang Ditemukan Bersama 6.000 Pil Ekstasi di Palembang