SuaraSumsel.id - Dinas Sosial atau Dinsos Sumsel menduga semakin banyak pengemis, anjal dan anak terlantar di bulan Ramadhan secara dadakan merupakan kelompok yang terorganisir.
Kepala Dinsos Sumsel, Mirwansyah mengatakan setiap dilakukan penelusuran, ternyata sama. Anak-anak yang menjadi pengemis, atau anak jalanan dan terlantar biasanya meningkat saat bulan puasa.
Setiap tahun, terdapat ratusan anjal dan pengemis yang datang ke Palembang secara bergerombol.
"Dari mereka ternyata bukan warga asli Palembang, seperti dari kabupaten dan kota yang berbatasan. Mereka ini nampaknya terorganisir dan ada yang menggerakkan. Kebanyakan bukan orang Palembang," katanya seperti dilansir dari Sumselupdate.com - Jaringan Suara.com, Jumat (30/4/2021).
Selama bulan Suci Ramadhan tahun ini, pihaknya sudah menerima puluhan pengemis dadakan hasil razia Satpol PP.
"Setelah berhasil ditangkap, para pengemis ini dilakukan asesment atau menggali informasi. Apabila si pengemis masih ada keluarga, maka akan dikembalikan namun apabila tidak ada maka akan dititipkan ke panti sosial," terang ia.
Pada tahun ini, dinas sosial banyak yang mengamankan dan dikembalikan kepada orang tua. "Ada juga kita masukkan ke panti sosial,” jelas Mirwansyah.
Meski terkadang ditangkap berkali-kali, namun mereka enggan mengakui jika ada pihak yang menggerakkan. Akibatnya, Dinas Sosial Sumatera Selatan sulit mencari dalang dan siapa otak dari eksploitasi anak-anak tersebut.
Hal yang paling baik, kata dia, masyarakat juga turut mengedukasi dengan menyalurkan bantuan sosialnya kepada instansi yang tepat, seperti badan amil zakat dan lainnya.
Baca Juga: Walhi Sumsel Menilai Munarman Dikriminalisasi Pakai UU Terorisme
Berita Terkait
-
Jadwal Buka Puasa Kota Palembang 30 April 2021
-
Dinilai Melanggar HAM, Solidaritas Advokat Minta Munarman Diberi Hak Hukum
-
Jadwal Imsakiyah Kota Palembang 30 April 2021
-
Okupansi Tak Capai 10 Persen, Perlu Interkoneksi LRT dan Transmusi
-
Sehari Setelah Viral Cucu Disuruh Jadi Pengemis, Satuan Pol PP Razia Anjal
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- 7 Cara Membuat Pengharum Ruangan Wangi Tahan Lama Meski Rumah Tidak Pakai AC
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
KPA Sumsel Siapkan Posko Solidaritas Lumbung Agraria di 4 Daerah Terdampak Karhutla
-
Kabut Asap Bikin Jarak Pandang 1.000 Meter, Dua Penerbangan Singapura di Bandara Palembang Batal
-
Kantor Gubernur Sumsel Disegel Simbolis, BEM Ancam Menginap jika Karhutla Tak Tertangani
-
Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?
-
WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik