SuaraSumsel.id - Pemerintah menginginkan transaksi digital kian diaplikasikan oleh pemerintah daerah, termasuk di Sumatera selatan.
Karena itulah, Pemerintah bersama dengan Bank Indonesia mendorong pelaksanaan Elektronik Transaksi Pemerintah (E-TP) di semua transaksi yang dilakukan.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan, Hari Widodo mengatakan kian banyak transaksi tunai yang beralih ke non tunai, apalagi di masa pandemic covid 19 ini. Salah satu yang sudah berjalan, ialah penerimaan retribusi pajak dan elektronik samsat.
“Dengan semakin banyak transaksi elektronik, akan semakin memudahkan sekaligus meningkatkan literasi pembayaran digital,” ujarnya di Griya Agung, Senin (5/4/2021).
Hari pun mengungkapkan masih banyak potensi yang bisa digarap guna mengaplikasi transaksi digital seperti halnya tempat parkir dan potensi pendapatan asli daerah lainnya.
“Hal ini sebagai tindak lanjut Keppres nomor 30 tahun 2000, hingga terbentuklah Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi maupun Kabupaten,” ujar ia.
Saat ini, terdapat empat kota dan kabupaten di Sumatera Selatan yang telah memiliki tim serupa, yakni mempercepat digitalisasi transaksi ekonomi.
Keempatnya daerah tersebut ialah Ogan Komering ulu, Kota Palembang, Kabupaten Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir.
Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahyamengungkapkan transaksi digital elektronik akan mempermudah pemerintah dalam mengontrol keuangan, sekaligus mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.
Baca Juga: Sumsel Alami Inflasi Jelang Ramadan, BI Harap Harga Sembako Terjangkau
“Keuntungan lebih efisien, mencegah kebocoran untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara, khususnya Sumsel,”sebutnya.
Ia pun berharap ke 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan akan mampu mendukung digitalisasi ekonomi hingga akhir tahun ini.
Kontributor: Fitria
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Dituduh Curi Uang, Napi Lapas Muaradua Tewas Dianiaya: 4 Rekan Sekamar Jadi Tersangka
-
BRI Gandeng Prodia, Tawarkan Diskon MCU Hingga Free Medical Check-Up
-
Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, 4 Wilayah Catat Kualitas Udara Berbahaya
-
Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka
-
KMP Batumandi Terbakar di Merak, 4 ASN Ogan Ilir Hendak Konsultasi ke BKN dan Kemendagri