SuaraSumsel.id - Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat atau KemenPUPR menargetkan akan menata 11 wilayah kawasan rumah tak layak huni menjadi naik kelas.
Sekretaris Badan Pengembangan SDM Kementerian PUPR RI Arsyad menyebutkan penataan terhadap 11 wilayah rumah yang tidak layak huni banyak tersebar di kawasan Lawang Kidul, 1 Ulu, Pulokerto, dan Karang Anyar.
"Mana yang paling memenuhi syarat, tentunya kita akan prioritaskan,” katanya, Jumat (26/3/2021) lalu.
Pertumbuhan populasi yang tinggi serta urbanisasi di kota kota besar menjadi penyebab meningkatnya kebutuhan atas rumah layak huni yang terjangkau bagi masyarakat.
Selain itu, Ketidaksiapan pengelola kota juga memberikan dampak pada tumbuhnya kawasan kumuh dan hunian liar.
“Penataan memiliki prosedur, seperti rumah milik sendiri, serta keadannya benar-benar memprihatinkan,” terang ia.
Proses mewujudkan kawasan menjadi layak juga akan dilakukan pendampingan. Proses pendampingan dilakukan hingga hal yang detail, misalnya design dan keterlibatan kelompok masyarakat dalam membangun kawasan layak huni tersebut.
Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Palembang Affan Prapanca Mahali menjelaskan target program mengubah kawasan layak huni dengan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat tersebut juga dilakukan pendampingan pemerintah daerah.
“Proses tersebut nanti akan diverifikasi mana yang memang memenuhi syarat untuk dilaksanakan penataan,” tegas ia.
Baca Juga: Usai Peristiwa Bom Bunuh Diri, Kapolda Sumsel Intruksikan Patroli Gereja
Penataan rumah tidak layak huni, kata Affan dari sisi lingkungan juga akan menjadi peerhatian Sementara sistem teknis pelaksanaan kerja masih menunggu SK Wali Kota Palembang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
PTBA Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat, Bidik Dampak Nyata dan Berkelanjutan
-
Transportasi Umum Palembang Dinilai Mundur, Surat Terbuka untuk Ratu Dewa: Kritik Kami Dibungkam
-
Gegara Limbah, 3 Pabrik Tahu di Palembang Disegel, Belasan Usaha Lain Jadi Sorotan
-
Viral Siswi SMP di Palembang Dijambak dan Ditendang Gegara Berebut Siswa Laki-laki, Aksinya Direkam
-
BRI Buka Akses Investasi ORI030 dengan Imbal Hasil Kompetitif hingga 7,00%