Ia sengaja tak berjualan di depan rumahnya karena di saat pandemi saat ini masyarakat sekitarnya lebih memilih membeli beras ketimbang pempek.
“Kalau buka di depan rumah lelah untuk menunggu saja, ditambah lokasi rumah saya kan di dalam lorong jadi tidak strategis,” akunya.
Terlebih saat Indonesia, khususnya Palembang dinyatakan masuk zona merah, masyarakat harus menjalani Work From Home (WFH), tetap menjaga protokol kesehatan sampai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Dalam kondisi tersebut masyarakat tidak leluasa untuk keluar rumah dan hal itulah yang juga mendorong Anti berbisnis online.
“Alhamdulillah ada saja rezeki yang datang, pagi-pagi pesan 200 ada yang dari media sosial ada yang sampai datang ke rumah,” ujarnya.
Dari modal Rp 400.000, kini omset yang pernah Anti peroleh pernah sampai Rp 2 juta per satu hari.
Saat ini, inilah yang menjadi mata pencaharian satu-satunya keluarga Anti untuk menutupi semua kebutuhan sehari-hari.
Ibu dua anak ini memilih sosial media Facebook sebagai tempat ia menawarkan dagangannya karena menurutnya memiliki pasar yang lebih luas.
Memasarkan dagangannya di media sosial Facebook juga dinilai Anti tidak sulit, karena ia tinggal mengunggah gambar dagangannya kemudian diketik keterangan singkat.
Baca Juga: Sebut KLB Bodong, DPD Partai Demokrat Sumsel Sepakat Dukung AHY
Hal yang menggembirakan, unggahan tersebut mendapat banyak respon dari warganet yang semakin hari semakin banyak mengikuti akun Anti yang serupa dengan nama lengkapnya.
“Saya sering posting di Market Place melalui akun pribadi. Di Facebook itu grup kuliner banyak saya ikuti sampai berpuluh-puluh grup untuk promosi pempek,” katanya antusias.
Ketimbang memasarkan pada aplikasi pesan makanan online, Anti mengaku lebih suka berjualan di Facebook karena pemesan selain dalam kota, dari mulut ke mulut juga sampai luar Sumatera Selatan.
Bahkan, pempek milik Anti sudah pernah dipesan ke Provinsi Bali.
“Kalau aplikasi ojek online terbatas wilayahnya dan biasanya yang pesan itu yang memang sudah mengetahui nama toko kita,” pungkasnya.
Kontributor: Fitria.
Berita Terkait
-
Aset Tanah Milik Adam Rachmat Damiri di Palembang Diblokir Kejagung
-
Uniqlo Kini Hadir di Palembang, Bisa Makin Modis Nih
-
Tak Pakai Jilbab saat Kakak Bertamu, Ibu Muda di Palembang Dianiaya Suami
-
Diiming-iming Bakal Dilamar, Polisi Gadungan Tipu Rp 6,3 Juta
-
Tahun Ini, Restorasi Sungai Sekanak-Lambidaro di Palembang Dilanjutkan
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Sumsel Jadi Proyek Percontohan Teknologi Dry Ice, Benarkah Bisa Mengatasi Kabut Asap?
-
Kabut Asap Belum Usai, 6 Penerbangan Bandara SMB II Palembang Kembali Terganggu
-
Demo Karhutla Berujung Pengeroyokan 2 Wartawan, Polisi Tangkap Terduga Provokator dan Sita 2 Sajam
-
AJI Palembang Desak Pelaku Pengeroyokan Wartawan di Polda Sumsel Ditangkap
-
POSPERA Sumsel Kecam Aksi Premanisme Ormas di Polda Sumsel, Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak