SuaraSumsel.id - Pengerjaan fisik proyek Restorasi Sungai Sekanak-Lambidaro di Palembang yang sempat tertunda pada 2020 dilanjutkan. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) VIII Sumatera Selatan mulai menyiapkan pengerjaan fisik proyek Restorasi Sungai Sekanak-Lambidaro tersebut.
Kepala BBWS VIII Sumsel Birendrajana mengatakan progres restorasi pada 2021 dikerjakan hanya sepanjang satu kilometer di seksi Sungai Sekanak dari total target 11 kilometer karena keterbatasan anggaran dari Kementrian PUPR.
"Anggaran yang sudah terkontrak untuk 2021 baru Rp38 miliar, sementara total kebutuhan biaya lebih dari Rp200 miliar," ujarnya seperti dilansir dari ANTARA, Jumat (5/3/2021).
Porsi anggaran yang masih kecil tersebut disebabkan masih adanya refocussing anggaran Kementerian PUPR akibat situasi pandemi yang juga berdampak pada proyek-proyek BBWS di Sumsel.
Pengerjaan fisik restorasi di 2021 akan dimulai dari aliran di Jembatan Jeramba Karang di Jalan Merdeka sampai Jembatan di samping Palembang Indah Mall.
Aliran Sungai Sekanak tersebut akan dikeruk untuk mengurangi sedimentasi akibat tumpukan sampah yang mengendap selama bertahun-tahun, ia mengakui kondisi sampah tersebut menjadi hambatan bagi BBWS dalam melaksanakan restorasi.
Ia berharap masyarakat tidak lagi membuang sampah padat maupun cair ke saluran-saluran air yang mengalir ke Sungai Sekanak jika restorasi mulai dikerjakan agar normalisasi sungai berlangsung lancar.
Setelah sungai dibersihkan, selanjutnya pengerjaan diteruskan dengan membuat pedestrian dan perbaikan tanggul di kanan-kiri sungai, namun kondisi pedestrian diperkirakan tidak sama seperti dalam perencanaan.
"Pedestrian yang direncanakan memang cukup lebar, tapi kami lihat di lapangan kondisinya berbeda, maka untuk lansekapnya kami sesuaikan saja nanti," kata dia.
Baca Juga: Warga Sumsel, Begini Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 13
Sementara Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan anggaran restorasi Sungai Sekanak-Lambidaro yang baru terealisasi 10 persen itu akan diupayakan meningkat pada 2022-2023.
"Jika 11 kilometer itu diselesaikan 10 persen setiap tahun maka butuh 10 tahun baru bisa selesai karena dananya Rp390 miliar, oleh karena itu proyek ini dibuat multiyears sampai 2023," kata Harnojoyo.
Ia berharap restorasi sungai yang digagas sejak empat tahun tersebut dapat selesai sesuai target pada 2023, masyarakat juga diminta mendukung proyek pengendali banjir itu dengan tidak membuang sampah ke aliran Sungai Sekanak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
Terkini
-
5 Cara Mudah Menghafal Perkalian 1-10 untuk Anak SD
-
Apa Itu Bioavtur dan Benarkah Pabrik di Banyuasin Sumsel yang Pertama di Dunia?
-
Jepang Garap Pabrik Bioavtur di Banyuasin, Ini 7 Fakta Investasi Rp310 Miliar
-
Jepang Tanam Investasi Rp310 Miliar, Pabrik Bioavtur Pertama Mulai Dibangun di Sumsel
-
7 Bedak Padat untuk Makeup Ringan dan Natural bagi Remaja