SuaraSumsel.id - Cuaca Ekstrem diprediksi masih akan terjadi di Provinis Sumatra Selatan (Sumsel). Antisipasi bencana pun harus diwaspadai oleh masyarakat.
Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor di enam kabupaten. Hal itu untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang masih terjadi.
Kepala BPBD Sumsel Iriansyah mengatakan, penetapan ini berdasarkan hasil pemetaan terhadap daerah rawan bencana pada masa musim penghujan atau cuaca ekstrem saat ini.
Keenam daerah itu, Kabupaten Musi Banyuasin yang meliputi Batang Hari Leko, Babat Toman, Sanga Desa, Plakat Tinggi, Sungai Keruh, Lais, Sekayu, Lawang Wetan.
Kemudian, Kabupaten Musi Rawas Utara meliputi Nibung, Rawas Ulu, Ulu Rawas, Karang Jaya, Rupit, Rawas Ilir, Karang Dapo. Kabupaten Musi Rawas yang meliputi Muara Lakitan, Muara Kelingi, Bulang Tengah Suku Ulu.
Selanjutnya, Kabupaten Muara Enim meliputi Ujan Mas, Gunung Megang, Rambang Dangku, Muara Enim, Benakat, Belimbing. Lalu, Kabupaten Lahat yang meliputi Merapi Timur dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir yang meliputi Talang Ubi, Tanah Abang, Penukal, Penukal Utara.
“Status siaga ini berlaku hingga masa musim penghujan berakhir,” kata Iriansyah dilansir dari ANTARA di Palembang, Sabtu (20/1/2021).
Penetapan status siaga bencana banjir dan longsor ini juga merujuk pada hasil pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Oleh karena itu wilayah yang masuk dalam kawasan bencana harus dipersiapkan pada langkah-langkah mitigasi dan antisipasi.
Baca Juga: Diguyur Hujan Semalaman, Tangsel Banjir Hingga Setinggi Leher Orang Dewasa
Adapun perkiraan dampak, di antaranya sulit mengendarai kendaraan di jalanan, sebagian kelompok masyarakat terisolir, kerusakan rumah dan bangunan lainnya, sebagian masyarakat kehilangan mata pencaharian dan hewan ternak.
Kemudian, jembatan yang rendah tidak dapat dilintasi, gangguan lalu lintas karena jalan utama banjir atau ditutup, kerusakan pada jalan dan jembatan, gangguan skala sedang dan jangka menengah pada layanan air bersih/minum, listrik dan gas, gangguan skala sedang dan jangka menengah pada operasional sekolah dan rumah sakit.
Lalu, kerusakan pada tanggul-tanggul sungai, terjadi longsor, guguran bebatuan atau erosi tanah dalam skala menengah, wabah penyakit menular, volume aliran sungai meningkat/banjir, kerusakan tanaman, hingga terjadi pendangkalan pada sungai dan bendungan hingga tidak berfungsi.
Karenanya, masyarakat diimbau berhati-hati jika beraktivitas di luar rumah, memperbarui informasi melalui media massa maupun media sosial dan mengamankan dokumen-dokumen penting.
Sementara itu, Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kenten Palembang, Nandang Pangaribowo menjelaskan musim hujan di wilayah Sumsel terjadi sampai Maret bahkan pertengahan April.
“Saat ini masuk puncak musim hujan (Januari, Februari, Maret), dan dalam satu pekan ke depan akan terjadi kondisi cuaca yang signifikan di semua wilayah Sumsel,” jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?