SuaraSumsel.id - Kota Palembang mengusulkan lima kearifan lokal guna menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Salah satu kearifan lokal yang diusulkan yakni kapal telok abang yang biasanya hadir menjelang moment 17 Agustus. Selain telok abang juga ada selendang Mudawaroh yang Kain Kelengkang.
Setelah dua kearifan tersebut, makanan burgo, rumah rakit dan tepung tawar perdamaian juga masuk menjadi yang diusulkan menjadi WBTB.
“ Kalau empat sudah di Kementrian Dirjen Kebudyaan. Kapal telok abang dalam proses mengajukan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Zanariah SIP, Kamis (11/2).
Pada tanggal 15 Februari nanti, pihaknya tengah menjadwalkan pengumpulan data histori mengenai telok abang tersebut. "Kami pun tengah mempersiapkan dukungan pengajuannya," sambung ia.
Dinas Kebudayaan pun sudah menemui pengerajin guna mengabdikan proses pembuatannya selama ini. "Mengenai data basenya, akan terus dilengkapi," pungkas ia.
Pengerajin kapal telok abang di kawasan lorong Kali Pasir, 22 Ilir Palembang, Kgs Idris Effendi mengungkapkan apresiasinya. Ia bersama dengan pengerajin lainnya mengharapkan Pemerintah kota Palembang lebih memperhatikan pengerajin kapal telok abang yang kerap terkendala permodalan.
"Kami pun berharap kapal telok abang ini dilestarikan karena kearifan masyarakat Palembang,” kata ia.
Baca Juga: Saat Imlek, Tak Ada Zona Merah Covid 19 di Sumsel
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Obligasi Daerah Disebut Bisa Selamatkan APBD, Tapi Apakah Aman untuk Sumsel?
-
Cadangan Minyak Baru Ditemukan di Musi Banyuasin, Produksi Pertamina Capai 1.857 Barel per Hari
-
Warga Sumsel Mulai Takut Keluar Malam, Aksi Begal dan Kejahatan Jalanan Kembali Meresahkan
-
5 Fakta Ngeri Maling Bersenpi di Warung Bakso Palembang, Korban Sampai Kabur Naik Lantai Dua
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan