SuaraSumsel.id - Makanan yang satu ini, memang kerap menjadi sajian kuliner di pedesaan. Itu kenapa, akhirnya dikenal dengan sebutan makanan ndeso.
Meski demikian, pisang rebus ternyata kaya manfaat terutama meningkatkan imunitas tubuh di situasi pandemi seperti saat ini.
Salah satu jenis pisang yang paling cocok direbus yakni pisang kepok. Pisang jenis ini memiliki kulit yang tebal, serta daging yang padat, dan kenyal.
Di pasaran ada beberapa jenis pisang kepok, yaitu pisang kepok kuning dengan warna daging putih dan merah dengan warna daging kuning tua cenderung oraye.
Pisang kepok mengandung unsur karbohidrat, protein, serat, vitamin A, vitamin B6, vitamin C, kalium, potassium, asam amino, antasida, dan zat besi.
Kandungan tersebut tak akan hilang jika direbus.
Selain menjaga imin tubuh, berikut manfaat lain dari pisang ndeso ini
Baik untuk pencernaan
Pisang kepok rebus dapat melancarkan pencernaan. Termasuk mencegah sembelit, menjaga berta badan.
Baca Juga: Resep Pisang Bolen Gurih dan Manis, Cocok Buat Rayakan Tahun Baru di Rumah
Sebab Vitamin B6 dalam buah kepok bisa membantu sistem metabolisme/pencernaan dalam tubuh. Kadar lemaknya cukup rendah, sehingga cocok untuk diet.
Karbohidratnya juga bisa membuat perut kenyang lebih lama.
Menjaga kesehatan
Kesehatan kita akan terjaga jika rutin konsumsi pisang kepok rebus. Pisang ini mengandung kalium/ potasium yang berfungsi membentuk sel, jaringan dan organ tubuh. Kesehatan ginjal juga akan terjaga berkat kalium.
Prebiotik fructooligosaccharide membantu tulang untuk menyerap kalsium dengan lebih baik. Bukan kalsium, karena kalsium tidak ditemukan pada pisang kepok rebus.
Sehingga pisang kepok rebus sangat baik untuk membantu menguatkan tulang.
Pisang kepok rebus juga dapat mengontrol tekanan dan gula darah.
Ibu hamil juga dianjurkan mengonsumsi pisang kepok rebus, karena dapat meningkatkan energi. Pisang kepok juga dapat mencegah pembekakan kaki yang terjadi karena kurang potasium.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Alex Noerdin Meninggal Hingga ke Roblox, Warga Berkumpul di Bundaran Sekayu Versi Virtual
-
EcoGrow Mom PTBA Dorong Pemberdayaan Perempuan Lewat Urban Farming di Tanjung Karangan
-
Kilang Pertamina Plaju Pastikan Pasokan Energi Aman Saat Satgas RAFI 1447 H, Perkuat SDM dan HSSE
-
Jadwal Imsak Palembang 27 Februari 2026: Waktu Sahur & Buka Puasa Lengkap
-
Ricuh di Musi Rawas! Kantor Lurah Pasar Muara Beliti Diserbu Warga, Ini Pemicunya