SuaraSumsel.id - Kasus yang menjerat wakil bupati OKU Johan Anuar terus bergulir di Pengadilan Tipikor Palembang. Dalam agenda sidang Selasa (12/1/2021) ini, sidah diagendakan mendengarkan keterangan saksi.
Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mencecar soal anggaran pengadaan Tempat Pemakamam Umum (TPU) yang membengkak dari Rp 2,5 miliar menjadi Rp 6,5 miliar.
Saksi yang dipanggil JPU KPK sebenarnya berjumlah enam orang, tapi yang hadir pada sidang ini lima orang.
Mereka adalah Sekretaris Pengadaan Tanah, Indra Susanto, Kabag Perlengkapan Setda OKU Selamet Riyadi, Asisten I Setda Ahmad Junaidi, dan Asisten III Iyanius, sekaligus Ketua Penilai Harga Tanah kala itu, serta Wibisono, sementara satu saksi lagi bernama Iswardi tidak hadir.
JPU KPK M Asri Irawan SH MH, mengatakan dari kelima saksi yang dihadirkan, pihaknya ingin memperjelas terkait pembahasan anggaran antara badan eksekutif dan legislatif.
“Yang kami gali di sini masih seputar pembahasan anggaran, antara badan eksekutif dan legislatif, ada penambahan anggaran dari Rp2,5 Miliar menjadi Rp6,5 Miliar,” ujarnya seperti dilansir dari Sumselupdate (Jaringan Suara.com)
Diketahui Johan Anuar juga masih mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati OKU pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 yang berdasarkan hasil keputusan KPU kabupaten dinyatakan menang melawan kotak kosong.
Johan Anuar berpasangan dengan Bupati Kuryana Azis yang menjadi calon petahana dan menjadi pasangan calon (paslon) melawan kotak kosong karena seluruh dukungan partai di legislatif mendukung calon ini.
Baca Juga: Tok! Petahana OKU yang Cawabupnya Ditahan KPK Menang Lawan Kotak Kosong
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
Terkini
-
AJI Palembang Desak Pelaku Pengeroyokan Wartawan di Polda Sumsel Ditangkap
-
POSPERA Sumsel Kecam Aksi Premanisme Ormas di Polda Sumsel, Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak
-
Kronologi Wartawan Tribun dan PalTV Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel
-
Ultimatum 5x24 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Desak Herman Deru Mundur sebagai Gubernur Sumsel
-
2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video