SuaraSumsel.id - Jelang akhir tahun, situasi pandemi belum juga mencerahkan. Namun siang itu, hati pemilik toko cerah kue khas Palembang, Yus Eli (45) sangat cerah dan bahagia.
Ia ditemani sang anak menghantarkan puluhan kotak kue basah khas Palembang guna menemani perayaan natal tahun ini.
Selepas memanggang puluhan loyang kue-kue tradisional seperti kue delapan jam, kue maksuba, kue lapis legit dan kue agar-agar dodol, ia berggegas membawa kue-kue tersebut.
Kue-kue itu telah dikemas dalam kotak plastik khusus, lalu dibungkus kembali dengan plastik pembungkus.
Dengan ketebalan tertentu, maka kue pun dibungkus kembali dengan kertas berwarna coklat dan diberi stiker khusus pengiriman makanan.
Kehadirannya di kantor ekspidisi pun disambut petugas, beberapa kali tumpukan kue dibawa guna dikirim segera kepada pemesannya.
Sepekan menjelang perayaan natal, pesanan kue tradisional Palembang Yus Eli terus meningkat.
Meski situasi pandemi virus covid 19 masih membanyangi natal nan damai ini.
Puluhan kotak kue bermerk Bunda Raya dikirim kepada pemesan yang merayakan natal di akhir pekan lalu.
Baca Juga: Peresmian Jembatan Musi VI Dipadati Warga, Polisi Bubarkan Paksa
Karena itu, setiap pemesan berharap kue tiba tepat waktu. Yus pun harus pintar-pintar mensiasati waktu pengiriman agar kue tetap enak dinikmati pembeli bersama keluarga.
“Puluhan kue-kue ini telah ditunggu pemesannya. Mereka ingin merayakan natal dengan menikmati kue-kue tradisional Palembang,” ungkap Yus dibincangi sehari setelah perayaan natal (26/12/2020).
Biasanya, kata Yus, pemesan kue ialah orang-orang Palembang yang berada di luar wilayah Sumatera Selatan.
Pemesanan paling banyak berasal dari Jakarta-Bogor-Depok, Tenggerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Para pemesan ialah mereka yang belum berkesempatan mudik karena situasi pandemi, namun tetap ingin menikmati kue tradisional bersama keluarga.
“Pengiriman kue berangsur, namun idealnya yakni dua atau tiga hari menjelang perayaan natal,”ujar ibu lima anak ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Dari Sawit hingga Mess Dibakar, Ini Kronologi Kerusuhan PT BCP Group Wilmar
-
Dua Warga Tertembak dan Mess Dibakar, Bagaimana Kerusuhan di PT BCP Group Wilmar Bermula?
-
Dua Warga Alami Luka Tembak, Mess PT BCP Dibakar: Apa yang Terjadi di Lempuing?
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?