SuaraSumsel.id - Peresmian jembatan Musi VI dipadati oleh warga Palembang yang ingin melihat. Sayangnya, saat ini situasi tengah pandemi virus covid 19.
Akibatnya, polisi membubarkan paksa kerumunan ratusan warga tersebut saat peresmian Jembatan Musi VI.
Pembubaran terjadi di sisi pangkal Jalan Sultan Muhammad Mansyur Tangga Buntung Kota Palembang , Sumsel, karena melanggar protokol kesehatan (prokes).
"Malam ini hanya acara peresmian, belum bisa lewat di jembatan," kata salah seorang petugas kepolisian Aiptu M Muhtasor kepada warga, Rabu malam.
Baca Juga: Kocak, Pria Pesan Makanan di Kartasura Dapat Driver Ojol di Palembang
Petugas kepolisian dibantu Satpol PP Palembang bahkan menghampiri satu per satu kerumunan warga dan meminta warga pulang ke rumah masing-masing serta menghalau pengendara yang ingin parkir menyaksikan peresmian.
Meski demikian tidak sedikit masyarakat yang memilih tetap bertahan dan berkumpul tidak jauh dari pangkal jembatan.
Ia juga mengingatkan masyarakat tetap menggunakan maskernya selama berada di sekitar jembatan dan tidak berkumpul di Jembatan Musi VI pada malam pergantian tahun baru.
Peresmian Jembatan Musi VI sepanjang 925 meter tersebut mengundang perhatian warga karena sudah lama dinantikan sebagai alternatif penyeberangan dari Seberang Ulu ke Seberang Ilir selain Jembatan Ampera, kata salah seorang warga Tangga Buntung, Rahmad.
"Jembatan Musi VI lebih menghemat waktu, lampu jembatannya juga lebih cantik dari Jembatan Ampera," ujarnya.
Baca Juga: Diresmikan Virtual Malam Hari, Jembatan Musi VI Pamerkan Art Lighting
Sementara Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan selesainya Jembatan Musi VI sejak dibangun pada 2015 dan berbiaya Rp548 miliar itu menjadi kado akhir tahun bagi warga Palembang.
Berita Terkait
-
Viral Momen Ibu-ibu di Palembang Protes, Antre Lama Cuma Dapat Rendang Dua Iris dari Richard Lee
-
Cara Ustaz Derry Sulaiman Jawab Salam Willie Salim Seorang Kristen, Banyak yang Kaget
-
Niat Bersihkan Nama Palembang, Acara Masak Besar Richard Lee Malah Ricuh?
-
Remaja di AS Dibunuh dan Diperkosa Ayah Kandung, Leher dan Tangan Nyaris Putus!
-
Diskriminatif Terhadap Bekas Napi Hingga Jadi Alat Represi: SKCK Perlu Dihapus atau Direformasi?
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Lebaran Berdarah, Tukang Parkir Kritis Ditusuk 7 Kali Pengunjung Club DA 41 Palembang
-
Kronologi Siswi SD Hilang 2 Hari, Ditemukan Dicabuli di Hotel Palembang
-
Wisata Maut di Ogan Ilir: Speedboat Terbalik Lagi, 'Tak Basah Tak Bayar'
-
Baru Kenal, Pemuda 19 Tahun Tega Cabuli Siswi SD di Hotel Melati Palembang
-
Ritel Hingga Perkebunan, Puluhan Perusahaan di Sumsel Tak Cairkan THR