SuaraSumsel.id - Setidaknya, Sumatera Selatan telah mencatatkan nihil zona merah wilayah penyebaran covid 19 sejak dua bulan terakhir meski rata-rata kabupaten dan kota masih berzona oranye.
Atas kondisi ini, masyarakat hendaknya tetap waspada.
Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes Sumsel) Yusri, Rabu, mengatakan Sumsel belum aman dari penyebaran COVID-19 karena penambahan kasus baru cukup fluktuatif dengan rata-ratanya 40 kasus per hari.
"Klaster perkantoran masih mendominasi kasus-kasus baru," ujarnya.
Daerah zona oranye per 8 November tercatat di 15 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Muba, Musi Rawas, Muratara, OKU, OKU Selatan, OKU Timur, PALI, Muara Enim, OKI, Empat Lawang, Lahat, Kota Lubuklinggau, Pagaralam, Prabumulih, dan Palembang.
Sementara zona kuning atau wilayah risiko rendah hanya Kabupaten Banyuasin dan Ogan Ilir.
Menurut dia klaster perkantoran lebih banyak terlaporkan karena proses pelacakan yang cepat dan mudah dideteksi, sedangkan kasus-kasus dari klaster yang diduga muncul seperti klaster wisata, unjuk rasa atau klaster pernikahan belum banyak dilaporkan.
Namun bukan berarti klaster yang belum dilaporkan itu tidak terjadi penularan COVID-19, kata dia, setidaknya rata-rata status zona oranye di Sumsel saat ini mengindikasikan jika penularan COVID-19 belum berhenti.
"Acara pernikahan itu berpeluang besar menimbulkan kalster karena banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan, namun sampai saat ini belum ada laporan dari kabupaten/kota," ujar Yusri.
Baca Juga: Waspada! 11 Tenaga Medis di Karawang Positif Covid-19
Data Satgas COVID-19 Sumsel per 10 November mencatat kasus konfirmasi positif mencapai 8.366 kasus sejak 23 Maret 2020, angka kesembuhan berjumlah 6.905 orang (82,54 persen) dan total angka kematian 452 kasus (5,40 kasus).
Selain itu penambahan kasus baru dan kasus selesai isolasi cenderung berimbang, sehingga kasus aktif atau dalam penanganan juga stagnan di kisaran 1.000-1.200 orang per hari dengan mayoritas isolasi mandiri.
"Kami ingatkan masyarakat tetap patuhi protokol 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) apapun aktivitasnya," kata Yusri menegaskan.
(ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
18.000 Liter Minyakita Oplosan Disita di Bengkulu, Pakai Minyak Curah dan Kemasan Diubah
-
Sosok Pria di Balik Identitas Ganda yang Diduga Tipu Dokter di Palembang, Terbongkar Usai Lebaran
-
Gandus Geger, Siswi SD Ditemukan Trauma, Diduga Korban Kekerasan Seksual Driver Ojol
-
Dituntut 12 Tahun, Eks Dirjen Perkeretaapian Divonis 8,5 Tahun di Kasus LRT Palembang
-
Rakor Dipimpin Gubernur Herman Deru, Benarkah Banjir Palembang Segera Teratasi?