SuaraSumsel.id - Pada awal pekan ini, harga karet alam Sumatera Selatan terus meroket naik. Harga ini diperkirakan akan terus membaik sampai dengan akhir tahun nanti.
Salah satu faktor pendukung kenaikan harga karet di Sumatera Selatan ialah iklim La Nina yang tengah menyerang Thailand.
Sebagai negara yang dikenal juga sebagai produsen karet alam, Thailand atau Vietnam tengah dipengaruhi oleh La Nina yang cukup moderat.
Akibatnya, produksi dari karet alam dan kopi di negara tersebut tengah mengalami penurunan.
“Faktor cuaca tersebut berdampak pada penurunan ekspor karet dan biji kopi yang dihasilkan,” kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil (P2HP) Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Arpian, Selasa (27/10/2020).
Dinas Perkebunan Sumatera Selatan mencatat harga karet dengan kualitas kadar karet kering 100% seharga Rp21.492/kg, kadar karet kering 70% sebesar Rp15.044/kg, sedangkan karet kering 60% dinilai Rp12.895/kg, karet kering 50% sebesar Rp10.746/kg serta karet kering 40% seharga Rp8.597/kg.
Harga ini naik Rp936/kg dibandingkan harga indikasi karet pada Senin, 26 Oktober 2020 pada karet kadar 100%.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Terekam CCTV, Pencuri Motor di Parkiran Alfamart Prabumulih Ditangkap di Ogan Ilir
-
Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya
-
ISPA di Sumsel Tembus 52.483 Kasus, September Jadi yang Terburuk dan Kian Mengkhawatirkan
-
Indeks Udara Palembang Masih Berbahaya, Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumsel
-
8 Anak Diduga Jadi Korban Pembina Pramuka di Palembang, Kasus Terungkap Setelah 5 Tahun