SuaraSumsel.id - Hal ini dilakukan menyusul makin banyak warga yang lalai dalam penerapan protokol kesehatan pada situasi pandemi virus seperti saat ini.
Gubernur Sumsel, Herman Deru menjelaskan, ia memutuskan memberlakukan peraturan baru dalam penegakkan disiplin sebagai pedoman adaptasi kebiasaan baru (new normal) guna menuju masyarakat yang produktif pada situasi pandemi.
“Ini saksi bagi warga yang membandel. Saya lihat tingkat kedisplinan mulai kendor. Kita khawatir terjadi lonjakan kasus baru. Jadi lebih baik Pergub dikeluarkan dan diberlakukan” ungkap Deru Rabu (9/9/2020).
Pergub yang diterbitkan mulai berlaku hari ini, 9 September 2020.
Pihak Pemprov akan memulai mensosialisasikan peraturan terbaru ini termasuk sanksi yang mengikatnya. “Disosialisasikan dulu, baru kemudian bisa disanksi. Pelanggar bisa didenda Rp500.000,” tegas ia.
Dalam masa sosialisasi Pergub, pemerintah juga akan melihat perkembangan kedisplinan protokol kesehatan.
“Keinginan kita, aktifitas masyarakat tetap jalan namun tetap sehat,” imbuh Deru.
Secara terpisah, Kepala Satpol PP Provinsi Sumsel Aris Saputra mengatakan pada Pergub tersebut memiliki sejumlah sanksi yang dikenakan kepada pelanggar protokol kesehatan Covid-19 baik bagi para pelaku usaha hingga masyarakat.
“Bagi pelanggar yang tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19 (tak pakai masker) bisa dihukum mulai dari push-up, menyanyikan lagu Indonesia Raya, membersihkan taman dan lainnya. Pastinya kita memberikan efek jera bagi pelanggar,” ujar dia pada Rabu (9/9/2020).
Baca Juga: Imbas Pandemi Covid-19, Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Ditunda
Sementara bagi para pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan di situasi Covid-19 ini pun dapat dikenakan sanksi baik berupa teguran lisan maupun tertulis.
“Sanksinya berjenjang sesuai dengan kelalaian. Untuk sanksi menengah bisa berupa penutupan sementara tempat usaha. Sanksi beratnya, usaha tersebut ditutup itu,” tegas Aris.
Kontributor : Rio Adi Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt
-
Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas
-
Listyo Sigit dan 2 Jenderal Jadi Tersangka, Server LIMS Diduga Dipakai Sadap Presiden hingga Media
-
Mutasi 264 Perwira Polri, Kombes Heru Agung Gantikan Sonny Sebagai Kapolrestabes Palembang
-
OJK Tutup BPR Agritrans Batumarta di OKU, Ini Penyebab dan Nasib Simpanan Nasabah