SuaraSumsel.id - Belum lama ini, viral di media sosial sebuah unggahan akun Facebook bernama Ian Noza yang menuliskan kisah seorang kakek tua pemulung asal Gandus, Palembang, Sumatera Selatan.
Dalam video yang ramai beredar, pria yang sehar-hari bekerja sebagai pemulung, pembawa kayu dan barang bekas tersebut mengungkapkan menjadi korban begal. Uang tabungannya selama dua bulan sekitar Rp 800 ribu dirampas oleh pelaku yang belakangandiketahui masih remaja.
Tak hanya itu, dalam video yang disebar akun Facebook Ian Noza, nampak kakek yang diketahui bernama Aman tersebut menunjukkan luka lecet di bagian lengan dan dahi akibat menjadi korban begal tersebut.
“Beliau cukup miris bekerja sehari-sehari sebagai pembawa kayu pake gerobak dan mengumpulkan barang bekas uang tabungan dari bekerja sebesar Rp 800.000. Dibegal anak remaja. Untuk pelaku, semoga cepat ditangkap dan mendapatkan azab dari Allah Swt,” tulis Ian Noza.
Melansir Makassar Terkini (jaringan Suara.com), perisitwa yang dialami Kake Aman ini juga disebar kembali oleh akun Aksi Cepat Tanggap.
Lewat laporannya, Aksi Cepat Tanggap menyampaikan, sehari-hari Kakek Aman bekerja dari jam pukul 08.00 pagi hingga pukul 17.00 sore sebagai pengumpul barang bekas dan pembawa kayu dengan menggunakan gerobak.
“Dalam sehari, penghasilan kakek Aman berkisar antara Rp 30.000 – Rp 50.000. Meski sudah tua, kek Aman masih giat bekerja demi keluarga yang ia cintai. Dalam kondisinya yang serba terbatas ini kek Aman pernah menjadi korban begal di rumahnya sendiri, dan uang tabungan hasil mengumpulkan barang bekasnya raib tak bersisa,” tulis akun ACT.
Tim ACT melalui akunnya juga menyampaikan, Masyarakat Relawan Indonesia Sumatera Selatan telah mengunjungi kediaman Kakek Aman dan menyampaikan kondisi rumahnya yang cukup memprihatinkan.
Dalam unggahannya, nampak kediaman kakek aman sudah penuh dengan lubang. Dapat dipastikan, ketika hujan datang, rumah itu tidak bisa melindunginya dari dingin atau bahkan air hujan.
Baca Juga: Catat! Dinkes Riau Gelar Swab Massal Gratis Hari Ini, Berikut Lokasinya
Dalam video unggahan ACT, tim ACT bersama MRI Sumatera Selatan mendatangi kek Aman menyerahkan bantuan yang dihimpun dari Sahabat Dermawan.
“Terimo kaseh yo nak, lah galak dateng kesini, kaseh bantuan jadi pacak untuk berobat dan makan terimo kaseh nian,” tutur kek Aman dalam bahasa Palembang.
Berita Terkait
-
Viral Video Sebut Mencium Mushaf Al Quran Bid'ah, Begini Kata Kyai Marzuqi
-
Tertangkap Basah Curi Helm di Parkiran Mal, MIK Jual Rp 180-200 Ribu
-
Nekat Bawa Sound System, Aksi Pemotor Karaoke di Jalan Bikin Ngakak
-
Dikeroyok Satu Keluarga, Calon Pengantin di Palembang Tewas Ditusuk di Dada
-
Begal Beraksi di Batam, Tewas Setelah Rampok Ibu-ibu dan Tabrak Pengendara
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Korban Anak dalam Tragedi Bus ALS di Muratara Masih Sulit Diidentifikasi
-
Bus ALS Maut di Muratara Tetap Angkut Penumpang Meski Izin Mati Sejak 2020
-
Sabu Jadi Bisnis Keluarga di Kerinci, Ayah Bantu Anak hingga Kakak dan Adik Kompak Beraksi
-
Gara-gara Antrean Solar, Sopir Truk Ngaku Diculik dan Diancam Ditembak Oknum Polisi
-
Korban Bus ALS di Sumsel Jadi 18 Orang, Tim DVI Temukan Potongan Tubuh Diduga Anak