- Empat ASN BKPSDM Ogan Ilir menjadi penumpang KMP Batumandi pada Selasa, 20 Oktober 2026 petang.
- Kapal tersebut mengalami kebakaran saat hendak bersandar di area Pelabuhan Merak, Banten.
- Kepala BKPSDM Ogan Ilir Wilson Effendi mengonfirmasi keberadaan keempat pegawainya di kapal yang terbakar itu.
SuaraSumsel.id - Empat aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menjadi penumpang Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi yang terbakar saat hendak bersandar di Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (20/10/2026) petang.
Keempat ASN tersebut diketahui merupakan staf Bidang Mutasi pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ogan Ilir. Keberadaan mereka di kapal yang terbakar itu telah dikonfirmasi oleh pihak pemerintah daerah.
"Iya, benar. Mereka ASN kita," kata Kepala BKPSDM Kabupaten Ogan Ilir, Wilson Effendi, kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).
Wilson menjelaskan, keempat ASN tersebut bertolak dari Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, pada Selasa pagi. Mereka kemudian menjadi penumpang KMP Batumandi yang mengalami kebakaran ketika hendak bersandar di Pelabuhan Merak.
Baca Juga:5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Insiden tersebut menjadi perhatian karena melibatkan aparatur pemerintah daerah asal Sumatera Selatan yang sedang melakukan perjalanan menggunakan kapal penyeberangan.
Empat ASN Bertugas di Bidang Mutasi BKPSDM
Keempat ASN tersebut merupakan staf Bidang Mutasi BKPSDM Kabupaten Ogan Ilir. Namun, informasi yang tersedia belum merinci identitas masing-masing penumpang maupun tujuan perjalanan mereka ke Banten.
Kepala BKPSDM Ogan Ilir Wilson Effendi membenarkan bahwa keempat orang tersebut merupakan pegawai di lingkungan pemerintah kabupaten.
Peristiwa kebakaran KMP Batumandi terjadi pada Selasa petang, 20 Oktober 2026, ketika kapal hendak merapat ke Pelabuhan Merak, Banten.
Baca Juga:5 Fakta Dugaan Penganiayaan Kadis Kominfo Ogan Ilir, Inspektorat Mulai Menelaah
KMP Batumandi mengalami kebakaran saat berada dalam proses mendekati dermaga Pelabuhan Merak. Insiden ini melibatkan kapal penyeberangan yang melayani perjalanan antarpulau.
Meski keberadaan empat ASN Ogan Ilir di dalam kapal telah dikonfirmasi, informasi mengenai kondisi terkini mereka, kemungkinan korban luka, penyebab kebakaran, serta jumlah keseluruhan penumpang yang terdampak masih perlu dikonfirmasi melalui otoritas terkait.
Penyebab kebakaran juga belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan waktu dan lokasi kejadian. Penjelasan resmi dari pihak berwenang diperlukan untuk memastikan kronologi serta dampak insiden tersebut.
Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui BKPSDM telah membenarkan bahwa empat pegawainya berada di kapal saat peristiwa terjadi. Informasi lanjutan mengenai kondisi para ASN tersebut menjadi hal penting untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang yang terlibat.