WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

WALHI Sumsel mendesak pemerintah transparan terkait biaya dan hasil evaluasi operasi dry ice untuk atasi kabut asap, sebab jarak pandang bukan jaminan udara bersih.

Tasmalinda
Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:53 WIB
WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik
WALHI Sumsel soroti dry Iice di Palembang, mnta biaya dan hasil evaluasi dibuka ke publik
Baca 10 detik
  • WALHI Sumatera Selatan meminta pemerintah membuka biaya dan hasil evaluasi operasi penyemaian dry ice penanganan kabut asap di Palembang pada Oktober 2026.
  • Data IQAir tanggal 15 hingga 21 Oktober 2026 menunjukkan tingkat polusi PM2.5 di Palembang masih sangat tinggi dan membahayakan kesehatan masyarakat.
  • WALHI menegaskan bahwa penyemaian dry ice tidak menggantikan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan serta perlindungan kawasan gambut secara menyeluruh.

WALHI meminta pemerintah memastikan informasi kualitas udara mudah diakses masyarakat, memberikan peringatan ketika kondisi berbahaya, serta menyediakan langkah perlindungan bagi warga selama paparan polutan masih menjadi risiko.

"Bagi masyarakat, informasi tersebut menjadi dasar untuk memahami kondisi lingkungan dan menentukan langkah pencegahan yang diperlukan," ujarnya.

Selain meminta transparansi biaya, WALHI Sumsel mengingatkan bahwa penyemaian dry ice tidak dapat menggantikan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Penanganan kabut asap, menurut WALHI, harus tetap berfokus pada sumber masalah, termasuk pemadaman titik api, perlindungan kawasan gambut, pengawasan wilayah rawan kebakaran, dan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.

Baca Juga:Kembali Mahasiswa Demo Tuntut Herman Deru Mundur karena Gagal Atasi Karhutla

"Selama kebakaran masih berlangsung, potensi munculnya asap tetap ada. Karena itu, intervensi terhadap kondisi atmosfer perlu ditempatkan sebagai bagian dari penanganan darurat, bukan sebagai pengganti pencegahan dan pengendalian kebakaran di lapangan," katanya.

WALHI juga meminta pemerintah memastikan evaluasi operasi tidak hanya menilai hasil yang terlihat sesaat, tetapi turut mengukur dampak terhadap kualitas udara dan keselamatan masyarakat.

Di tengah krisis kabut asap, keterbukaan data menjadi bagian penting dari pertanggungjawaban pemerintah. Publik perlu mengetahui apa yang dilakukan, berapa biaya yang digunakan, bagaimana hasilnya diukur, dan apakah manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

WALHI Sumsel menegaskan bahwa masyarakat berhak mendapatkan informasi yang benar, perlindungan dari paparan polutan berbahaya, serta lingkungan hidup yang sehat.

Baca Juga:Karhutla Sumsel Tak Kunjung Usai, Ekoteologi Ditawarkan untuk Mengubah Perilaku terhadap Alam

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak