Langit Palembang Sempat Cerah, Kabut Asap Kembali Pekat, BMKG Ungkap Faktor Pemicu

Kepala Stasiun Klimatologi Sumsel Wandayantolis menyatakan pada 25 September 2026 bahwa hujan belum menjangkau titik panas di OKI.

Tasmalinda
Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:07 WIB
Langit Palembang Sempat Cerah, Kabut Asap Kembali Pekat, BMKG Ungkap Faktor Pemicu
Langit Palembang sempat cerah, kabut asap kembali pekat, BMKG ungkap faktor pemicu
Baca 10 detik
  • Kepala Stasiun Klimatologi Sumsel Wandayantolis menyatakan pada 25 September 2026 bahwa hujan belum menjangkau titik panas di OKI.
  • Kepala Stasiun Meteorologi Siswanto menjelaskan pada akhir September 2026 bahwa angin mendorong asap karhutla dari berbagai wilayah menuju Palembang.
  • Pemberitaan Tirto pada 20 Oktober 2026 melaporkan kabut asap di Palembang terasa pekat saat sore hingga pagi hari.

SuaraSumsel.id - Langit Kota Palembang, Sumatera Selatan, sempat terlihat lebih cerah selama beberapa hari. Namun, kondisi itu tak bertahan lama. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman, memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: mengapa asap bisa kembali pekat setelah udara sempat membaik?

Kembalinya kabut asap tidak hanya berkaitan dengan jumlah kebakaran yang terjadi di Sumatera Selatan. Arah dan kecepatan angin, kondisi atmosfer, serta persebaran hujan turut memengaruhi apakah asap dari wilayah kebakaran terbawa menuju Palembang atau menyebar ke daerah lain.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, sebelumnya menjelaskan bahwa asap karhutla dapat terbawa angin dari wilayah yang mengalami kebakaran menuju Palembang. Ketika hujan tidak menjangkau lokasi kebakaran, sumber asap pun masih dapat bertahan.

Dalam keterangannya kepada detikSumbagsel pada 25 September 2026, Wandayantolis menyebut hujan yang terjadi beberapa hari sebelumnya belum menjangkau sejumlah titik panas di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Akibatnya, asap dari wilayah tersebut masih berpotensi menyebar ke daerah lain.

Baca Juga:Dry Ice untuk Atasi Kabut Asap Sumsel hingga 24 Oktober, Seberapa Efektif?

1. Mengapa kabut asap kembali menebal di Palembang?

Salah satu faktor yang menentukan kondisi kabut asap adalah arah angin. Asap dari kebakaran di wilayah lain dapat terbawa menuju Palembang ketika pola angin mendukung pergerakannya.

Kondisi ini membuat kualitas udara di Palembang tidak selalu mencerminkan situasi kebakaran yang hanya terjadi di dalam kota. Kebakaran di wilayah lain, termasuk kawasan yang berada jauh dari pusat kota, dapat berdampak terhadap udara yang dihirup masyarakat Palembang.

Pada akhir September 2026, Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, juga menjelaskan bahwa asap dari sejumlah wilayah yang mengalami karhutla terdorong angin menuju Palembang. Kondisi atmosfer dan penumpukan asap dekat permukaan turut memengaruhi ketebalan kabut yang terlihat pada waktu tertentu.

Artinya, ketika langit Palembang terlihat cerah, kondisi tersebut belum tentu menandakan seluruh sumber kebakaran telah padam. Perubahan arah angin dapat membuat asap kembali memasuki wilayah perkotaan.

Baca Juga:BNPB Evaluasi Teknologi Dry Ice, Berpeluang Diterapkan di Daerah Terdampak Karhutla

2. Asap lebih terasa pada pagi dan malam hari

Masyarakat juga perlu memahami bahwa ketebalan kabut asap dapat berubah sepanjang hari.

Dalam pemberitaan Tirto pada 20 Oktober 2026, kabut asap karhutla di Palembang dilaporkan cenderung lebih terasa pada sore hingga pagi hari, sementara konsentrasinya dapat menurun pada siang hari. Pemantauan PM2.5 di Stasiun Talang Betutu menunjukkan kualitas udara dapat memburuk sejak sore dan mencapai kondisi terburuk pada dini hari hingga pagi.

Perubahan ini berkaitan dengan kondisi atmosfer yang memengaruhi pergerakan dan penyebaran partikel di udara. Pada waktu tertentu, asap dapat terkonsentrasi di dekat permukaan sehingga lebih terlihat dan berdampak terhadap jarak pandang.

Ketika suhu meningkat pada siang hari, pergerakan udara dapat membantu mencampurkan dan menyebarkan polutan. Namun, asap yang tam

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak