- Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan menyebabkan kabut asap parah yang menurunkan tingkat hunian hotel di Kota Palembang pada September hingga Oktober 2026.
- Sedikitnya 74 penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II mengalami gangguan akibat jarak pandang yang menurun drastis sepanjang awal Oktober 2026.
- Batiqa Hotel Palembang dan sejumlah pengelola hotel lainnya merespons penurunan pemesanan kamar tersebut dengan menawarkan berbagai program promosi menarik kepada konsumen.
Di tengah penurunan tren pemesanan, Batiqa Hotel Palembang berupaya menarik minat konsumen melalui program promosi Sunday dan Monday Deals.
Program tersebut menawarkan sejumlah keuntungan tambahan bagi tamu, termasuk minuman kopi khas Batiqa sebagai signature drink. Strategi promosi ini menjadi salah satu cara hotel mempertahankan minat menginap ketika kondisi eksternal memengaruhi permintaan kamar.
Namun, promosi hotel hanya menjadi salah satu upaya dari sisi pelaku usaha. Pemulihan bisnis perhotelan juga berkaitan dengan membaiknya mobilitas masyarakat, kelancaran penerbangan, serta kembalinya aktivitas bisnis dan pariwisata.
Nando berharap penanganan karhutla segera membuahkan hasil sehingga kondisi ekonomi kembali membaik dan sektor perhotelan dapat beroperasi lebih normal.
Baca Juga:Minibus Terguling di Jakabaring Palembang, Sopir Akui Mengantuk hingga Tabrak Halte
Kabut asap dengan demikian bukan semata persoalan lingkungan dan kesehatan. Ketika kualitas udara memburuk dan perjalanan terganggu, dampaknya dapat menjalar ke sektor ekonomi yang bergantung pada mobilitas manusia, termasuk industri perhotelan di Palembang.