- Sebuah minibus bernomor polisi B 7770 BAA menabrak halte Trans Musi di Palembang pada Jumat pagi.
- Sopir bernama Bella Wibowo mengaku mengalami kelelahan dan mengantuk sehingga kendaraannya terguling.
- Insiden tersebut menyebabkan kerusakan parah pada halte dan kendaraan tanpa menimbulkan korban jiwa.
SuaraSumsel.id - Sebuah mobil minibus terguling setelah menabrak halte Trans Musi di Jalan Gubernur H.A. Bastari, kawasan Jakabaring, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (16/10/2026) pagi. Kecelakaan tersebut menyebabkan halte mengalami kerusakan parah dan kendaraan ringsek.
Berdasarkan laporan Koran Palpres, kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di halte Trans Musi kawasan BSB, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Sopir minibus bernomor polisi B 7770 BAA, Bella Wibowo, mengaku mengantuk saat mengemudikan kendaraan.
"Saat itu saya dari daerah Talang Jambe hendak pulang ke rumah melalui Jalan Gub. HA. Bastari, tapi saat berada di lokasi laka lantas saya mengantuk hingga menabrak halte Trans Musi BSB ini," kata Bella.
Kronologi minibus menabrak halte Trans Musi
Baca Juga:PM2.5 Turun Usai Dry Ice Diuji, Kabut Asap Palembang Masih Berbahaya Hari Ini
Sebelum kecelakaan, Bella diketahui sedang dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di wilayah Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir. Ia sebelumnya mengantar rombongan pertunjukan organ tunggal dari kawasan Talang Jambe.
Saat melintas di Jalan Gubernur H.A. Bastari, sopir diduga kehilangan konsentrasi karena mengantuk. Mobil kemudian menabrak halte Trans Musi hingga bangunan tersebut mengalami kerusakan berat.
Benturan itu membuat minibus terguling di depan halte. Kondisi kendaraan dilaporkan rusak parah.
Bella mengatakan dirinya berada seorang diri di dalam mobil ketika kecelakaan terjadi. Tidak ada penumpang lain di dalam kendaraan tersebut.
Kapolsek Seberang Ulu I Palembang, Kompol Heri, mengatakan kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Kerusakan terjadi pada kendaraan dan halte yang ditabrak.
Baca Juga:Kabut Asap Palembang Makin Parah, Jarak Pandang 50 Meter Picu Pembatalan Penerbangan
Polisi melakukan penanganan di lokasi kejadian untuk mengetahui kondisi serta kronologi kecelakaan.
Kerusakan halte menjadi perhatian karena fasilitas tersebut digunakan masyarakat untuk mengakses layanan transportasi umum. Informasi mengenai besaran kerugian dan penanganan perbaikan halte belum tersedia dalam laporan yang dirujuk.
Kecelakaan di Jakabaring ini kembali mengingatkan pentingnya kondisi fisik pengemudi saat berkendara, terutama pada pagi hari setelah menjalani aktivitas hingga malam.
Rasa kantuk dapat mengurangi konsentrasi, memperlambat respons, dan membuat pengemudi kehilangan kendali atas kendaraan. Dalam kondisi tertentu, pengemudi bahkan dapat tertidur sesaat tanpa menyadarinya.
Pengendara yang mulai mengantuk sebaiknya berhenti di tempat aman dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Membuka jendela atau menaikkan volume musik tidak dapat menggantikan kebutuhan tubuh untuk tidur.
Kecelakaan ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan kendaraan, tetapi juga merusak fasilitas transportasi umum yang digunakan masyarakat.