- Dr. Muhammad Rizky Pribadi dari Universitas MDP mengembangkan website Pantau Api untuk memprediksi karhutla di Sumatera Selatan.
- Platform berbasis kecerdasan buatan ini memanfaatkan data satelit NASA dan Himawari-9 untuk memperkirakan pergerakan asap.
- Inovasi tersebut bertujuan membantu masyarakat dan pemerintah dalam melakukan mitigasi serta pencegahan kabut asap.
Rizky mengungkapkan, pengembangan platform tersebut selama ini menggunakan dana pribadi. Ia berharap dukungan pendanaan dapat membantu penyempurnaan teknologi dan memperluas pemanfaatannya.
“Harapannya, Pantau Api ini bisa membantu siapa pun sebelum titik api datang lagi. Karena semuanya bisa dicegah dengan tindakan dan aksi,” tuturnya.
Kehadiran Pantau Api menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi untuk mendukung mitigasi karhutla. Tantangan selanjutnya adalah memastikan prediksinya terus diuji, informasi mudah diakses, dan hasil pemantauan dapat membantu mempercepat tindakan pencegahan di lapangan.
Baca Juga:Mandatalam Earth Run 2026 1 BIB 1 Bibit: Hadir di 3 Kota, Satu Langkah untuk Bumi yang Lebih Hijau