Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel

Dr. Muhammad Rizky Pribadi dari Universitas MDP mengembangkan website Pantau Api untuk memprediksi karhutla di Sumatera Selatan

Tasmalinda
Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:02 WIB
Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel
Pantau api, website berbasis AI buatan dosen MDP Palembang untuk prediksi kabut asap Sumsel
Baca 10 detik
  • Dr. Muhammad Rizky Pribadi dari Universitas MDP mengembangkan website Pantau Api untuk memprediksi karhutla di Sumatera Selatan.
  • Platform berbasis kecerdasan buatan ini memanfaatkan data satelit NASA dan Himawari-9 untuk memperkirakan pergerakan asap.
  • Inovasi tersebut bertujuan membantu masyarakat dan pemerintah dalam melakukan mitigasi serta pencegahan kabut asap.

SuaraSumsel.id - Bagaimana jika masyarakat bisa mengetahui potensi penyebaran kabut asap sebelum asap mencapai wilayah tempat tinggal mereka? Gagasan inilah yang mendorong dosen Universitas Multi Data Palembang (MDP), Dr. Muhammad Rizky Pribadi, mengembangkan Pantau Api, sebuah website berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu memantau risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta potensi penyebaran asap di Sumatera Selatan.

Platform ini memanfaatkan data satelit untuk memantau titik panas, arah angin, dan potensi pergerakan asap. Informasi tersebut diolah agar masyarakat dan pemerintah memiliki gambaran awal mengenai wilayah yang berisiko terdampak karhutla.

Rizky yang juga menjabat Kepala Program Studi Informatika Universitas MDP mengembangkan Pantau Api karena karhutla dan kabut asap terus menjadi persoalan di Sumatera Selatan. “Tujuannya, dapat memantau prediksi kabut asap dari data satelit yang diolah dengan AI. Data ini bisa memprediksi potensi asap per jam, terutama untuk Kota Palembang dan kabupaten lain di Sumsel,” kata Rizky.

Pantau Api bisa memprediksi pergerakan api dan asap

Baca Juga:Mandatalam Earth Run 2026 1 BIB 1 Bibit: Hadir di 3 Kota, Satu Langkah untuk Bumi yang Lebih Hijau

Pantau Api tidak hanya menampilkan lokasi titik panas. Platform ini dirancang untuk membantu memperkirakan arah pergerakan api dalam tiga, enam, hingga 12 jam ke depan, serta memetakan potensi risiko kebakaran pada hari berikutnya.

Sistem tersebut juga mengolah informasi mengenai arah angin untuk memperkirakan ke mana asap berpotensi bergerak. Sebagai contoh, ketika titik panas terdeteksi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pergerakan angin dapat menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah asap berpotensi bergerak menuju Palembang atau wilayah lain.

Namun, prediksi tersebut bukan kepastian. Pergerakan asap dapat berubah mengikuti kondisi cuaca dan atmosfer. Titik panas yang terdeteksi satelit juga masih perlu diverifikasi untuk memastikan apakah benar terjadi kebakaran.

Menggunakan data satelit NASA

Pantau Api memanfaatkan data dari sejumlah sumber, termasuk NASA FIRMS untuk mendeteksi titik panas dan satelit Himawari-9 untuk mendukung pemantauan kondisi secara berkala.

Baca Juga:TPA Sukawinatan Terbakar Lagi, Mengapa Sampah Masih Dikelola dengan Sistem Terbuka?

Platform ini juga menggunakan data atmosfer untuk membantu memperkirakan pergerakan asap dan informasi terkait partikel halus PM2.5.

Dengan menggabungkan berbagai sumber data tersebut, Pantau Api diharapkan membantu pengguna memahami perkembangan risiko karhutla secara lebih mudah.

Berdasarkan laporan Sumatera Ekspres, fitur prediksi pergerakan api dan peta risiko kebakaran hari berikutnya saat ini dikembangkan secara khusus untuk Sumatera Selatan. Sementara itu, di delapan provinsi rawan karhutla lainnya, platform digunakan untuk pemantauan titik panas dan sebaran asap.

Bisa diakses melalui website

Masyarakat dapat mengakses Pantau Api melalui pantauapi.my.id. Rizky berharap platform ini dapat membantu masyarakat lebih siap menghadapi potensi kabut asap, sekaligus menjadi sumber informasi tambahan bagi pemerintah dalam menentukan wilayah yang perlu mendapat perhatian.

Meski demikian, prediksi dari Pantau Api sebaiknya digunakan bersama informasi kualitas udara aktual dan peringatan resmi dari instansi terkait. Prediksi risiko tidak menggantikan pengukuran kualitas udara maupun pemeriksaan langsung di lapangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak