- Kebakaran hutan di Taman Nasional Berbak dan Sembilang sejak Agustus 2026 telah meluas hingga sekitar seribu hektare.
- Titik api kini berjarak dua sampai tiga kilometer dari kawasan hutan primer yang menjadi habitat harimau Sumatera.
- Petugas mengalami kesulitan pemadaman karena minimnya sumber air, medan sulit, serta kondisi gambut dalam yang menyulitkan akses.
Harimau Masih Berada di Kawasan
Di tengah kebakaran yang belum sepenuhnya teratasi, keberadaan harimau di kawasan TNBS masih dilaporkan. Informasi tersebut diterima Balai TNBS dari operator kawasan dan pemancing yang berada di Sembilang. Namun, sampai saat ini belum ada temuan langsung mengenai harimau yang terdampak kebakaran.
Situasi tersebut membuat pencegahan menjadi penting. Selama api masih berjarak beberapa kilometer dari hutan primer, kawasan habitat harimau masih memiliki ruang untuk diamankan.
Karena itu, target utama petugas bukan hanya memadamkan titik api yang terlihat, tetapi juga mencegah kebakaran bergerak lebih jauh ke hutan primer.
Baca Juga:Janji Lolos Bintara Polri, 2 Polisi Jambi Diduga Tipu 12 Orang hingga Rp7,81 Miliar
Sebab jika api berhasil masuk ke kawasan tersebut, yang dipertaruhkan bukan hanya tutupan hutan, tetapi juga ruang hidup harimau Sumatera dan satwa liar lainnya.
Untuk saat ini, habitat utama harimau memang belum terbakar. Namun jarak 2–3 kilometer menunjukkan bahwa batas aman itu semakin dekat.