- Pemerintah Kota Palembang memberlakukan pembelajaran jarak jauh bagi siswa TK hingga SMP mulai 9 September 2026 akibat kabut asap.
- Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan selama pembelajaran jarak jauh dengan mekanisme pengambilan makanan oleh orang tua di sekolah.
- Kebijakan penyesuaian belajar tersebut diambil untuk melindungi kesehatan peserta didik dari dampak memburuknya kualitas udara dan ISPA.
Orang tua perlu memastikan jadwal dan mekanisme pengambilan yang ditetapkan sekolah. Informasi tersebut dapat mencakup waktu pengambilan, lokasi pembagian, serta ketentuan agar proses berlangsung tertib dan tidak menimbulkan kerumunan.
Apakah Aman Orang Tua Mengambil MBG Saat Kabut Asap?
Pertanyaan mengenai keamanan orang tua saat mengambil MBG menjadi hal penting, terutama karena PJJ diberlakukan akibat kabut asap dan kualitas udara yang memburuk.
Pemkot Palembang meminta mekanisme penyaluran disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Artinya, pengambilan MBG seharusnya dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas udara, durasi berada di luar ruangan, serta upaya mencegah kerumunan.
Baca Juga:PJJ di Palembang Mulai 9 September, TK hingga SMP Belajar Daring Akibat Kabut Asap
Orang tua yang harus mengambil MBG disarankan mengikuti arahan sekolah, tidak berlama-lama di luar rumah, dan menggunakan perlindungan yang sesuai apabila kondisi udara masih buruk. Bagi orang tua yang mengalami keluhan kesehatan, seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau pusing, pengambilan dapat dikoordinasikan dengan pihak sekolah melalui anggota keluarga lain.
Sekolah juga perlu memastikan pembagian berlangsung teratur agar orang tua tidak harus menunggu terlalu lama di area terbuka.
PJJ Diberlakukan akibat Kabut Asap dan ISPA
Penerapan PJJ di Palembang dilakukan setelah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
Pemkot Palembang juga mempertimbangkan dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau serta meningkatnya gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA, terutama di kalangan peserta didik.
Baca Juga:TK-SMP PJJ Akibat Kabut Asap, Mengapa SMA-SMK Palembang Belum Belajar Daring?
Kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah menghentikan sementara pembelajaran tatap muka. Siswa diminta belajar dari rumah hingga kualitas udara dinilai lebih aman untuk kegiatan di luar ruangan.
Selain mengambil MBG, orang tua diminta mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran jarak jauh. Aktivitas anak di luar rumah juga perlu dibatasi selama kualitas udara belum membaik.
Orang tua diharapkan memantau kondisi kesehatan anak. Jika muncul gejala ISPA, seperti batuk, pilek, sesak napas, atau iritasi mata, anak disarankan segera mendapatkan penanganan medis.
Guru dan sekolah juga diminta menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi siswa. Selama PJJ berlangsung, guru diimbau tidak memberikan beban tugas yang berlebihan.
Kapan Siswa Palembang Kembali Belajar Tatap Muka?
Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan siswa di Palembang kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.