Di Tengah Abu Anak Krakatau, Bandara Atung Bungsu Pagar Alam Jadi yang Pertama Kembali Normal

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam beroperasi normal sejak Senin, 7 September 2026.

Tasmalinda
Senin, 07 September 2026 | 20:42 WIB
Di Tengah Abu Anak Krakatau, Bandara Atung Bungsu Pagar Alam Jadi yang Pertama Kembali Normal
bandara Atung Bungsu Pagar Alam Sumatera Selatan
Baca 10 detik
  • Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam beroperasi normal sejak Senin, 7 September 2026.
  • Bandara Atung Bungsu sebelumnya sempat ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebarkan abu vulkanik berbahaya bagi penerbangan.
  • Meskipun Pagar Alam pulih, tujuh bandara lain masih terdampak gangguan operasional karena sebaran abu vulkanik yang tidak merata.

SuaraSumsel.id - Di saat sejumlah bandara di Sumatera dan Jawa masih menutup operasional akibat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau, kabar berbeda datang dari Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Bandara Atung Bungsu yang sebelumnya ikut terdampak dan sempat ditutup, kini telah kembali beroperasi normal sejak Senin, 7 September 2026 pagi.

Bandara Atung Bungsu menjadi salah satu bandara yang lebih dahulu kembali dibuka setelah sebelumnya masuk dalam daftar bandara terdampak sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Anak Krakatau.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan operasional Bandara Atung Bungsu Pagar Alam telah kembali normal setelah kondisi ruang udara di wilayah tersebut dinilai memungkinkan untuk penerbangan.

Baca Juga:Belum Pulih, 28 Penerbangan Bandara SMB II Palembang Batal Lagi Hari Ini

"Bandar Udara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan yang sempat ditutup, sudah dapat beroperasi secara normal per hari ini jam 09.00 WIB," kata Dudy Purwagandhi.

Sempat Ditutup Bersama Tujuh Bandara Lain

Bandara Atung Bungsu sebelumnya tidak luput dari dampak erupsi Anak Krakatau. Bandara di Kota Pagar Alam itu sempat ditutup mulai Minggu malam, 6 September 2026, bersama sejumlah bandara lain yang terdampak sebaran abu vulkanik.

Penutupan dilakukan sebagai langkah keselamatan penerbangan karena abu vulkanik dapat membahayakan operasional pesawat.

Penutupan Bandara Atung Bungsu kemudian diperpanjang hingga Senin pagi sebelum akhirnya status operasional kembali dibuka.

Baca Juga:Bandara Jakarta Ditutup hingga Sore, 57 Penerbangan di Palembang Batal dalam Dua Hari

Berdasarkan informasi operasional yang beredar, Bandara Atung Bungsu telah kembali berstatus open sejak sekitar pukul 08.12 WIB setelah evaluasi kondisi ruang udara dilakukan.

Namun, ketika Bandara Atung Bungsu kembali beroperasi, sejumlah bandara lain belum bisa melakukan hal yang sama.

Pagar Alam Pulih, Tujuh Bandara Masih Terdampak

Inilah yang membuat pembukaan kembali Bandara Atung Bungsu menjadi perhatian. Ketika Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam sudah kembali normal, sejumlah bandara lain masih menghadapi gangguan akibat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.

Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Husein Sastranegara, Budiarto, Pondok Cabe dan Muhammad Taufiq Kiemas masih masuk dalam daftar bandara yang terdampak penyesuaian operasional.

Kementerian Perhubungan sebelumnya menyatakan kondisi abu vulkanik masih dipantau secara ketat karena arah dan sebarannya dapat berubah di sejumlah lapisan udara.

Dudy mengatakan aktivitas Anak Krakatau kembali menghasilkan abu vulkanik sehingga kondisi ruang udara harus terus dievaluasi.

"Tadi malam Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi sehingga menimbulkan debu vulkanik baru," ujar Dudy.

Menurutnya, arah angin di sekitar Anak Krakatau juga berada pada kondisi yang berbeda-beda di sejumlah lapisan udara.

Kondisi itu menyebabkan sebaran abu vulkanik tidak memberikan dampak yang sama terhadap seluruh wilayah.

Kenapa Bandara Atung Bungsu Bisa Dibuka?

Pembukaan kembali Bandara Atung Bungsu dilakukan setelah evaluasi terhadap kondisi sebaran abu vulkanik dan keselamatan penerbangan. Pemantauan ruang udara terus dilakukan untuk memastikan jalur penerbangan aman digunakan.

AirNav Indonesia sebelumnya menyatakan pembaruan informasi aeronautika akan dilakukan secara berkala mengikuti kondisi aktual di lapangan.

Artinya, pembukaan dan penutupan bandara tidak hanya ditentukan oleh aktivitas gunung, tetapi juga berdasarkan kondisi sebaran abu vulkanik di ruang udara yang dilalui penerbangan.

Karena itu, satu bandara dapat kembali beroperasi ketika bandara lain masih harus menunggu kondisi dinyatakan aman.

Kondisi inilah yang terjadi di Bandara Atung Bungsu Pagar Alam.

Dampak Erupsi Masih Besar

Meski Bandara Atung Bungsu telah kembali beroperasi, dampak erupsi Anak Krakatau terhadap penerbangan nasional masih cukup besar. Kementerian Perhubungan mencatat hingga Senin pagi, gangguan operasional akibat sebaran abu vulkanik telah berdampak pada sekitar 2.300 penerbangan dan lebih dari 270 ribu penumpang.

Dampak tersebut dirasakan di berbagai wilayah, termasuk Sumatera Selatan.

Di Palembang, sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II juga mengalami pembatalan karena banyak jadwal penerbangan terhubung dengan bandara tujuan yang terdampak penutupan.

Berbeda dengan Palembang yang terdampak pembatalan penerbangan tujuan Jakarta, Bandara Atung Bungsu kini justru telah mendapatkan kepastian untuk kembali beroperasi.

Pembukaan Bandara Atung Bungsu menjadi kabar baik bagi masyarakat Pagar Alam dan sekitarnya yang sebelumnya harus menghadapi ketidakpastian akibat gangguan penerbangan.

Namun, perkembangan aktivitas Anak Krakatau dan kondisi sebaran abu vulkanik masih terus dipantau.

Masyarakat dan calon penumpang tetap diminta mengikuti informasi resmi dari maskapai serta otoritas penerbangan sebelum melakukan perjalanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak