- Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebabkan penutupan empat bandara dan pembatalan 21 penerbangan di Palembang pada Senin (7/9/2026).
- InJourney Airports mencatat sebanyak 268.539 penumpang terdampak oleh gangguan operasional di berbagai bandara sejak 5 hingga 7 September 2026.
- InJourney Airports memberlakukan Service Recovery Activation guna memberikan fasilitas pemulihan bagi seluruh penumpang penerbangan yang terdampak.
SuaraSumsel.id - Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau semakin meluas. Setelah 36 penerbangan dibatalkan pada Minggu (6/9/2026), sebanyak 21 penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang kembali batal pada Senin pagi.
Kondisi tersebut terjadi setelah Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta kembali ditutup sementara hingga estimasi pukul 18.00 WIB, Senin (7/9/2026).
Penutupan kedua bandara tersebut memberikan efek domino terhadap penerbangan di Palembang. Pasalnya, sebagian besar konektivitas udara dari Bandara SMB II memiliki rute menuju Jakarta.
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim mengatakan empat bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berstatus Aerodrome Closed hingga estimasi pukul 18.00 WIB berdasarkan NOTAM yang diterbitkan AirNav Indonesia.
Baca Juga:Update! 25 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Dibatalkan akibat Erupsi Anak Krakatau
“Penanganan penumpang terus kami lakukan hingga bandara dinyatakan kembali dibuka. Selain di empat bandara terdampak abu vulkanik, SRA diterapkan juga di bandara-bandara yang memiliki penerbangan menuju bandara terdampak,” ujar Arie dikutip dari keterangan tertulis pada Senin (7/9/2026).
Empat bandara yang masih ditutup sementara yakni Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Bandara Radin Inten II Lampung.
21 Penerbangan Kembali Batal
Data terbaru Bandara SMB II Palembang menunjukkan sebanyak 12 penerbangan keberangkatan dan sembilan penerbangan kedatangan telah dipastikan batal hingga Senin pagi.
Penerbangan yang terdampak didominasi rute Palembang menuju Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma. Sementara penerbangan kedatangan yang dibatalkan mayoritas berasal dari Jakarta.
Baca Juga:Rekrutmen KAI 2026 Dibuka, KAI Divre III Palembang Tegaskan Gratis dan Tidak Ada Jalur Khusus.
Pembatalan pada Senin menjadi kelanjutan gangguan penerbangan yang terjadi sehari sebelumnya.
Pada Minggu, sebanyak 36 penerbangan dari dan menuju Palembang telah dibatalkan akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Penutupan bandara Jakarta hingga sore hari juga membuat status sejumlah penerbangan Palembang masih belum sepenuhnya pasti.
Jumlah penerbangan terdampak berpotensi berubah mengikuti perkembangan kondisi abu vulkanik dan keputusan pembukaan kembali bandara.
Efek Domino Capai 268 Ribu Penumpang
Gangguan penerbangan ini tidak hanya dirasakan penumpang dari Palembang.