- PT Hutama Karya menutup sementara ruas Jalan Tol Palembang-Prabumulih pada Minggu, 6 September 2026, karena jarak pandang minim.
- Penutupan jalan tol dilakukan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan yang mengganggu keselamatan transportasi di Sumatera Selatan.
- Sebelumnya, kabut asap juga memicu kecelakaan beruntun di Tol Palembang-Indralaya pada Sabtu, 5 September 2026, yang melukai 14 orang.
SuaraSumsel.id - Kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumatera Selatan kembali mengganggu aktivitas transportasi. Sejumlah kendaraan terpaksa berhenti dan menunggu setelah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Palembang-Prabumulih ditutup sementara akibat jarak pandang yang semakin minim, Minggu (6/9/2026).
Penutupan ruas tol ini terjadi sehari setelah kecelakaan beruntun di Tol Palembang-Indralaya atau Tol Palindra yang melibatkan sejumlah kendaraan dan menyebabkan 14 orang mengalami luka-luka. Kabut asap kini kembali menjadi sorotan setelah kondisi jarak pandang di sejumlah ruas jalan tol dilaporkan terganggu.
Sejumlah kendaraan terlihat menunggu di Gerbang Tol Palembang di kawasan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Sebagian kendaraan juga terlihat berbalik arah karena akses menuju ruas Tol Palembang-Prabumulih ditutup sementara.
PT Hutama Karya selaku pengelola ruas tol melakukan penutupan sementara karena jarak pandang pengendara terganggu kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Baca Juga:Jarak Pandang Tinggal 2 Meter akibat Kabut Asap, Bus DAMRI dan ALS Tabrakan di Tol Palindra
Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana dampak kabut asap kini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat di daratan, tetapi mulai memengaruhi akses transportasi di jalan bebas hambatan.
Kendaraan Tertahan di Gerbang Tol
Foto udara yang direkam di kawasan Pemulutan memperlihatkan kendaraan menumpuk dan menunggu di sekitar gerbang tol. Petugas juga terlihat berjaga di lokasi saat kabut asap menyelimuti kawasan tersebut.
Situasi ini menjadi perhatian karena ruas Palembang-Prabumulih merupakan salah satu jalur penting yang menghubungkan Palembang dengan sejumlah wilayah di Sumatera Selatan.
Kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut membuat pengelola mengambil langkah penutupan sementara demi keselamatan pengguna jalan.
Baca Juga:Update! 25 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Dibatalkan akibat Erupsi Anak Krakatau
Sebelumnya, kondisi kabut asap juga telah menjadi perhatian di Tol Palindra setelah terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan Bus DAMRI dan Bus ALS serta kendaraan lain pada Sabtu (5/9/2026).
Dalam kecelakaan tersebut, sebanyak 14 orang mengalami luka-luka. Keterangan yang muncul dalam perkembangan peristiwa itu juga menyoroti kondisi jarak pandang yang terganggu kabut asap.
Kabut Asap Kini Ganggu Jalur Tol
Penutupan sementara Tol Palembang-Prabumulih menunjukkan dampak kabut asap semakin meluas terhadap aktivitas transportasi di Sumatera Selatan.
Jika sebelumnya gangguan asap menjadi perhatian pengendara di Tol Palindra, hari ini kondisi tersebut membuat akses di ruas Tol Palembang-Prabumulih harus dibatasi.
Sejumlah pengendara pun terpaksa menunggu hingga kondisi memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. Kondisi kabut asap di jalan tol menjadi persoalan serius karena kendaraan melaju dengan kecepatan lebih tinggi dibandingkan jalan biasa. Ketika jarak pandang menurun drastis, risiko kecelakaan dapat meningkat apabila pengemudi tidak dapat melihat kondisi kendaraan atau hambatan di depan secara tepat.
Karena itu, pengendara yang melintas di ruas jalan tol di Sumatera Selatan perlu meningkatkan kewaspadaan ketika kabut atau asap mulai mengganggu jarak pandang.
Dari Kecelakaan hingga Tol Ditutup
Peristiwa dalam dua hari terakhir membuat kondisi kabut asap menjadi perhatian serius di Sumatera Selatan. Sabtu, kecelakaan beruntun terjadi di Tol Palindra dan menyebabkan 14 orang mengalami luka-luka. Sehari kemudian, kabut asap kembali menjadi persoalan setelah ruas Tol Palembang-Prabumulih ditutup sementara karena jarak pandang minim.
Dua peristiwa tersebut memperlihatkan dampak kabut asap terhadap keselamatan dan mobilitas masyarakat, terutama pengguna jalan yang melintas di kawasan Ogan Ilir dan sekitarnya.
Hingga Minggu, kondisi kabut asap dan akses jalan tol masih menjadi perhatian masyarakat. Informasi terbaru mengenai pembukaan kembali akses Tol Palembang-Prabumulih perlu terus dipantau melalui pengelola jalan tol dan instansi terkait.