- Gita Wirjawan dan Luky A. Yusgiantoro memberikan kuliah umum hulu migas di Universitas Sriwijaya pada 26 Agustus 2026.
- Kegiatan SKK Migas ini bertujuan membekali mahasiswa menghadapi tantangan geopolitik energi dan pentingnya iklim investasi yang transparan.
- Industri hulu migas memerlukan sumber daya manusia multidisiplin serta kolaborasi lintas pihak guna mendukung ketahanan energi nasional.
“Kita harus menjaga bersama beberapa hal untuk menjaga hal ini, di antaranya dengan penegakan hukum yang benar-benar berdiri tegak, peningkatan kapasitas transparansi dari ketidakpastian ke risiko,” tegasnya.
Pandangan tersebut menjadi bagian dari pembahasan yang lebih luas mengenai masa depan energi Indonesia, khususnya bagaimana industri hulu migas dapat terus berkembang di tengah perubahan ekonomi dan geopolitik global.
Luky A. Yusgiantoro: Hulu Migas Butuh SDM Multidisiplin
Sekretaris SKK Migas Luky A. Yusgiantoro menjelaskan berbagai aspek mengenai industri hulu migas, mulai dari capaian, upaya, tantangan hingga target dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Baca Juga:Kabut Asap Makin Parah, Unsri Alihkan Kuliah ke Online, Kapan Kembali ke Kampus?
Luky mengatakan pengelolaan industri hulu migas tetap berada dalam kendali negara, sementara kegiatan operasional dijalankan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
“Pengelolaan industri hulu migas masih dalam kendali negara sementara operasional dilakukan oleh KKKS, target yang dititipkan kepada kami membutuhkan kolaborasi dan sinergi antarsemua pihak,” ungkap Luky.
Menurutnya, keberadaan industri hulu migas juga memiliki dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Aktivitas industri tidak hanya berkaitan dengan kegiatan operasional, tetapi juga diharapkan memberikan efek berganda bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
“Tidak hanya fokus pada kegiatan operasional, tapi industri hulu migas juga memberikan efek berganda bagi masyarakat, dengan tujuan agar masyarakat dapat merasakan langsung efek adanya kegiatan hulu migas di sekitar mereka,” lanjutnya.
Luky menekankan bahwa kolaborasi yang disiplin, terstruktur, dan berorientasi pada hasil menjadi kunci untuk mencapai ketahanan energi, mewujudkan kesejahteraan, sekaligus menjaga keberlanjutan bagi generasi mendatang.
Baca Juga:Diduga Rekam Mahasiswi saat PKKMB Unsri, Dua Mahasiswa Dilaporkan ke Polisi
Peluang Karier Migas Tidak Hanya untuk Satu Jurusan
Pertanyaan mahasiswa mengenai peluang berkarier di industri migas juga mendapat perhatian dalam kuliah umum tersebut.
Luky yang telah lebih dari 20 tahun berkecimpung di industri migas dan energi mendorong mahasiswa untuk terus memperdalam ilmu yang dipelajari selama perkuliahan.
Menurutnya, industri migas membutuhkan sumber daya manusia dari berbagai latar belakang keilmuan.
“Migas ini membutuhkan SDM multidisiplin, hampir semua keilmuan ada di industri ini, sehingga tidak berfokus kepada satu keilmuan saja,” jelasnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan talenta, ilmu pengetahuan, dan inovasi sebagai bekal menghadapi kebutuhan industri di masa mendatang.