- Bank Sumsel Babel dan Rumah Sri Ksetra menyelenggarakan pelestarian Wayang Palembang untuk generasi muda.
- Kegiatan tersebut mencakup lomba melukis, pembuatan poster, dan pertunjukan seni di berbagai perguruan tinggi.
- Inisiatif ini bertujuan mengatasi minimnya regenerasi agar identitas budaya Palembang tetap terjaga.
Direktur Utama Bank Sumsel Babel Muhammad Suryadi mengatakan, pelestarian budaya daerah merupakan bagian penting dalam menjaga identitas dan kekayaan Sumatera Selatan.
“Wayang Palembang bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi bagian dari sejarah dan identitas budaya masyarakat Palembang. Kami memandang upaya memperkenalkan kembali warisan budaya kepada generasi muda sebagai langkah penting agar kekayaan budaya ini tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran besar dalam menentukan keberlanjutan sebuah warisan budaya. Karena itu, pendekatan pelestarian juga perlu dikembangkan melalui cara-cara yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan kemudian ikut mengambil peran dalam menjaga Wayang Palembang. Ketika generasi muda mulai merasa memiliki, maka peluang keberlanjutan budaya ini akan semakin besar,” katanya.
Baca Juga:5G XLSMART Resmi Hadir di Palembang, SMARTFREN Hadirkan Pengalaman Unlimited 5G
Dari Warisan Masa Lalu untuk Generasi Masa Depan
Program “Menyelamatkan Wayang Palembang” berupaya menghadirkan pendekatan berbeda dalam pelestarian budaya. Selain mendokumentasikan pengetahuan maestro Wayang Palembang, program ini juga mendorong lahirnya keterlibatan generasi muda dalam berbagai bentuk kreativitas.
Lomba melukis dan poster menjadi salah satu cara memperkenalkan tokoh serta visual Wayang Palembang kepada masyarakat dengan bahasa yang lebih dekat dengan generasi saat ini.
Sementara pertunjukan Wayang Palembang di kampus dan perguruan tinggi diharapkan dapat memperluas ruang perjumpaan antara mahasiswa dengan salah satu warisan budaya daerah.
Langkah tersebut penting mengingat regenerasi menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pelestarian Wayang Palembang.
Baca Juga:Saat Siswa PJJ akibat Kabut Asap, Mengapa Orang Tua Tetap Ambil MBG di Sekolah?
Hingga kini, upaya mempertahankan Wayang Palembang masih terus dilakukan oleh komunitas dan para pegiat budaya. Namun, keterlibatan generasi muda menjadi harapan baru agar kesenian tersebut kembali memiliki masa depan.
Kolaborasi Menjaga Identitas Palembang
Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi Rumah Sri Ksetra dengan Sanggar Sri Wayang Palembang, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang, media Suara.com, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, serta Taman Budaya Sriwijaya.
Program tersebut sebelumnya mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Danaindonesiaraya Tahun 2025.
Melalui dukungan berbagai pihak, gerakan pelestarian Wayang Palembang diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan atau pertunjukan.
Lebih dari itu, upaya ini diharapkan menjadi awal untuk membangun regenerasi, memperluas pengetahuan masyarakat, dan menghadirkan kembali Wayang Palembang sebagai bagian dari kehidupan budaya masyarakat.