Bank Sumsel Babel Dukung Wayang Palembang Bangkit Lewat Kreativitas Generasi Muda

Bank Sumsel Babel dan Rumah Sri Ksetra menyelenggarakan pelestarian Wayang Palembang untuk generasi muda.

Tasmalinda
Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:50 WIB
Bank Sumsel Babel Dukung Wayang Palembang Bangkit Lewat Kreativitas Generasi Muda
penghargaan yang diberikan kepada pemenang lomba
Baca 10 detik
  • Bank Sumsel Babel dan Rumah Sri Ksetra menyelenggarakan pelestarian Wayang Palembang untuk generasi muda.
  • Kegiatan tersebut mencakup lomba melukis, pembuatan poster, dan pertunjukan seni di berbagai perguruan tinggi.
  • Inisiatif ini bertujuan mengatasi minimnya regenerasi agar identitas budaya Palembang tetap terjaga.

SuaraSumsel.id - Wayang Palembang pernah menjadi salah satu kesenian yang hidup di tengah masyarakat Kota Palembang. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, kesenian yang memadukan unsur budaya Jawa dan Melayu Palembang ini semakin jarang dipentaskan.

Di tengah kekhawatiran akan hilangnya salah satu warisan budaya tersebut, upaya memperkenalkan kembali Wayang Palembang kepada generasi muda terus dilakukan melalui berbagai kegiatan kreatif.

Semangat pelestarian itulah yang mendapat dukungan dari Bank Sumsel Babel melalui kegiatan bertajuk “Menyelamatkan Wayang Palembang: Merayakan Wayang Palembang Bersama Generasi Muda” yang digagas Rumah Sri Ksetra.

Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara warisan budaya masa lalu dengan kreativitas generasi masa kini. Tidak hanya menghadirkan pertunjukan dan pengenalan sejarah Wayang Palembang, kegiatan juga melibatkan generasi muda melalui lomba melukis Wayang Palembang bagi pelajar, lomba poster untuk masyarakat umum, promosi kreatif melalui t-shirt, hingga pertunjukan Wayang Palembang di lingkungan kampus dan perguruan tinggi.

Baca Juga:5G XLSMART Resmi Hadir di Palembang, SMARTFREN Hadirkan Pengalaman Unlimited 5G

Dukungan tersebut menjadi bagian dari semangat bersama untuk memastikan Wayang Palembang tidak hanya tersimpan sebagai cerita masa lalu, tetapi kembali dikenal, dipelajari, dan memiliki ruang di tengah kehidupan generasi muda.

Wayang Palembang yang Pernah Meredup

Wayang Palembang merupakan kesenian hasil akulturasi budaya Jawa dan Melayu Palembang. Keunikan tersebut terlihat dari penggunaan bahasa, pemilihan cerita, bentuk wayang, hingga permainan musik pengiringnya.

Kesenian ini pernah mengalami masa kejayaan hingga sekitar tahun 1970-an. Namun memasuki dekade 1980-an hingga 1990-an, pertunjukan Wayang Palembang semakin jarang diminati masyarakat.

Selama puluhan tahun terakhir, Wayang Palembang bahkan hampir tidak lagi menjadi bagian dari hajatan masyarakat.

Baca Juga:Saat Siswa PJJ akibat Kabut Asap, Mengapa Orang Tua Tetap Ambil MBG di Sekolah?

Salah satu tokoh yang terus mempertahankan warisan tersebut adalah Kiagus Wirawan Rusdi, penerus Sanggar Sri Wayang Kulit Palembang yang sebelumnya didirikan oleh kakeknya, Kiagus Muhammad Abdul Rasyid atau Dalang Rasyid.

Di tengah minimnya regenerasi dalang dan kelompok musik pengiring, upaya mengenalkan Wayang Palembang kepada generasi muda menjadi semakin penting.

Melalui program pelestarian tersebut, generasi muda tidak hanya diperkenalkan pada bentuk pertunjukan wayang, tetapi juga diajak memahami sejarah, nilai, dan identitas budaya yang terkandung di dalamnya.

Bank Sumsel Babel Dukung Pelestarian Budaya Daerah

Dukungan Bank Sumsel Babel terhadap kegiatan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga warisan budaya lokal.

Pelestarian budaya dinilai tidak dapat dilakukan sendiri oleh seniman dan komunitas. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, komunitas, media, hingga sektor perbankan agar kebudayaan daerah memiliki ruang untuk terus berkembang.

Direktur Utama Bank Sumsel Babel Muhammad Suryadi mengatakan, pelestarian budaya daerah merupakan bagian penting dalam menjaga identitas dan kekayaan Sumatera Selatan.

“Wayang Palembang bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi bagian dari sejarah dan identitas budaya masyarakat Palembang. Kami memandang upaya memperkenalkan kembali warisan budaya kepada generasi muda sebagai langkah penting agar kekayaan budaya ini tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran besar dalam menentukan keberlanjutan sebuah warisan budaya. Karena itu, pendekatan pelestarian juga perlu dikembangkan melalui cara-cara yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan kemudian ikut mengambil peran dalam menjaga Wayang Palembang. Ketika generasi muda mulai merasa memiliki, maka peluang keberlanjutan budaya ini akan semakin besar,” katanya.

Dari Warisan Masa Lalu untuk Generasi Masa Depan

Program “Menyelamatkan Wayang Palembang” berupaya menghadirkan pendekatan berbeda dalam pelestarian budaya. Selain mendokumentasikan pengetahuan maestro Wayang Palembang, program ini juga mendorong lahirnya keterlibatan generasi muda dalam berbagai bentuk kreativitas.

Lomba melukis dan poster menjadi salah satu cara memperkenalkan tokoh serta visual Wayang Palembang kepada masyarakat dengan bahasa yang lebih dekat dengan generasi saat ini.

Sementara pertunjukan Wayang Palembang di kampus dan perguruan tinggi diharapkan dapat memperluas ruang perjumpaan antara mahasiswa dengan salah satu warisan budaya daerah.

Langkah tersebut penting mengingat regenerasi menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pelestarian Wayang Palembang.

Hingga kini, upaya mempertahankan Wayang Palembang masih terus dilakukan oleh komunitas dan para pegiat budaya. Namun, keterlibatan generasi muda menjadi harapan baru agar kesenian tersebut kembali memiliki masa depan.

Kolaborasi Menjaga Identitas Palembang

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi Rumah Sri Ksetra dengan Sanggar Sri Wayang Palembang, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang, media Suara.com, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, serta Taman Budaya Sriwijaya.

Program tersebut sebelumnya mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Danaindonesiaraya Tahun 2025.

Melalui dukungan berbagai pihak, gerakan pelestarian Wayang Palembang diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan atau pertunjukan.

Lebih dari itu, upaya ini diharapkan menjadi awal untuk membangun regenerasi, memperluas pengetahuan masyarakat, dan menghadirkan kembali Wayang Palembang sebagai bagian dari kehidupan budaya masyarakat.

Bagi Bank Sumsel Babel, dukungan terhadap kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi untuk mendorong masyarakat Sumatera Selatan terus menjaga nilai, sejarah, dan identitas daerah.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, Wayang Palembang kini mencoba menemukan jalannya kembali.

Bukan dengan meninggalkan tradisi, melainkan dengan mengajak generasi baru untuk mengenalnya. Dan dari tangan generasi muda, harapan agar Wayang Palembang kembali hidup pun terus dijaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak