- Kilang Plaju di Sumatera Selatan yang berdiri sejak tahun 1904 terus beroperasi untuk menopang ketahanan energi nasional.
- Pihak Kilang Plaju melaksanakan lifting perdana Biosolar B50 pada 22 Juli 2026 guna mendukung kemandirian energi dan mengurangi impor.
- Kilang minyak tertua tersebut juga berhasil memproduksi 50.050 ton Polytam serta meraih penghargaan PROPER Emas selama empat tahun berturut-turut.
B50, Langkah Baru Menuju Kemandirian Energi
Perjalanan inovasi Kilang Plaju juga tercermin melalui pengembangan biodiesel yang dilakukan secara bertahap, mulai dari B20, B30, B35, B40, hingga B50.
Pada 22 Juli 2026, Kilang Plaju melaksanakan lifting perdana Biosolar B50 menuju Integrated Terminal Palembang sebagai bagian dari implementasi mandatori B50 secara nasional.
B50 merupakan campuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis minyak sawit dan 50 persen minyak solar.
Baca Juga:Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
Implementasi bahan bakar tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil, meningkatkan nilai tambah industri sawit, sekaligus mendukung upaya penurunan emisi gas rumah kaca.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, Khabibullah Khanafie, mengatakan perjalanan panjang Kilang Plaju menjadi fondasi bagi seluruh pekerja untuk terus beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan energi.
"Lebih dari satu abad perjalanan Kilang Plaju menjadi bagian dari perjalanan bangsa. Semangat tersebut kami lanjutkan dengan menjaga keandalan operasi sekaligus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan Indonesia. B50 menjadi salah satu langkah terbaru, dan kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk menjaga pasokan energi bagi masyarakat," kata Khabibullah.
Menurutnya, kesiapan fasilitas, pengendalian mutu, keselamatan, dan keandalan operasi menjadi faktor penting dalam memastikan implementasi B50 berjalan sesuai standar.
Konsisten Menjaga Keberlanjutan
Baca Juga:Sambut Bulan Energy & Loss 2026, Kilang Plaju Perkuat Budaya Efisiensi Energi Berbasis Digital
Selain berfokus pada operasional dan inovasi, Kilang Plaju juga terus menjaga komitmennya terhadap lingkungan. Hal itu dibuktikan dengan raihan PROPER Emas selama empat tahun berturut-turut pada periode 2022-2025. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas konsistensi perusahaan dalam menjalankan pengelolaan lingkungan dan program pemberdayaan masyarakat.
Hingga Agustus 2026, Kilang Plaju juga berhasil mengoleksi 26 penghargaan nasional di berbagai bidang.
Menurut Khabibullah, seluruh pencapaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pekerja yang terus menjaga standar operasional dan berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan dan masyarakat.
"Setiap pencapaian adalah hasil dari kerja bersama. Kami tentu bersyukur dan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Yang paling penting, bagaimana seluruh upaya ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepada kami," ujarnya.
Lebih dari satu abad telah berlalu sejak kilang pertama berdiri di tepian Sungai Musi. Teknologi terus berkembang, kebutuhan energi terus berubah, dan generasi pekerja terus berganti.
Namun, semangat untuk menjaga ketahanan energi nasional tetap menjadi bagian yang tidak berubah.