- Pertamina EP Prabumulih berhasil menyelesaikan pengeboran sumur infill LBK-031 di Muara Enim pada Juni 2026.
- Pengeboran sumur tersebut menghasilkan potensi produksi minyak sebesar 2.068 barel per hari secara alami.
- Capaian ini bertujuan untuk mendukung target produksi migas nasional dan memperkuat ketahanan energi tahun 2026.
SuaraSumsel.id - Pertamina EP Prabumulih Field kembali mencatatkan capaian dalam upaya meningkatkan produksi migas nasional. Perusahaan yang berada di bawah Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 itu berhasil menyelesaikan pengeboran sumur infill LBK-031, dengan potensi produksi awal mencapai 2.068 barel minyak per hari (BOPD).
Keberhasilan ini menjadi tambahan potensi produksi setelah sebelumnya Pertamina EP Prabumulih menemukan sumur interfield LKT-01 dan mengembangkan sejumlah sumur infill untuk mengoptimalkan cadangan migas di lapangan yang telah lama berproduksi (mature field).
General Manager PHR Zona 4 Djudjuwanto mengatakan keberhasilan pengembangan Sumur LBK-031 menunjukkan lapangan migas yang telah lama beroperasi masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi melalui inovasi dan teknologi.
"Keberhasilan pengembangan Sumur LBK-031 membuktikan bahwa lapangan mature masih memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui inovasi, teknologi, dan optimalisasi yang berkelanjutan," ujarnya.
Baca Juga:Pertamina PHR Zona 4 Gelar Khitan Gratis untuk 265 Anak di Sumsel, Jangkau Belasan Desa
Sumur Dibor Selama 52 Hari
Sumur LBK-031 berada di Struktur Lembak, wilayah timur laut Kota Prabumulih yang masuk Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Pengeboran dilakukan selama 52 hari, mulai 9 Mei hingga 29 Juni 2026. Pada uji alir awal (initial flow test) yang dilakukan 29 Juni 2026, sumur tersebut mencatat potensi produksi 2.068 BOPD dan 2,68 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) yang mengalir secara alami (open flow) dari lapisan TAF-H.
Keberhasilan pengeboran LBK-031 tidak lepas dari penerapan inovasi di bidang subsurface melalui metode High Resolution Stratigraphic Mapping.
Teknologi ini memungkinkan pemetaan lapisan batuan bawah permukaan secara lebih rinci sehingga tim dapat mengidentifikasi potensi hidrokarbon dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Dengan pendekatan tersebut, penentuan lokasi pengeboran menjadi lebih presisi dan peluang keberhasilan sumur semakin meningkat.
Baca Juga:PHR Zona 4 Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Sampah di Prabumulih, Dorong Aksi Iklim Berkelanjutan
Selain mengedepankan inovasi teknologi, seluruh proses pengembangan sumur juga diselesaikan tanpa catatan kecelakaan kerja dengan tetap mengutamakan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta operational excellence.
LBK-031 merupakan sumur infill pengembangan kelima yang dibor setelah keberhasilan penemuan sumur interfield LKT-01 oleh tim Subsurface and Development Planning (SSDP) Zona 4. Lokasinya berada di antara Struktur Lembak dan Tapus.
Pertamina EP Prabumulih Field sebelumnya juga mencatat hasil positif dari Sumur LBK-030 yang memiliki potensi produksi awal mencapai 3.073 BOPD dan 1,64 MMSCFD saat uji alir perdana.
Ke depan, perusahaan berencana melanjutkan pengembangan melalui pengeboran Sumur LKT-023 pada triwulan ketiga 2026.
Senior Manager Pertamina EP Prabumulih Field Muhammad Luthfi Ferdiansyah mengatakan berbagai strategi terus dilakukan untuk menjaga performa produksi migas, mulai dari optimasi sumur, well service terjadwal, hingga pemantauan produksi secara berkelanjutan guna menekan laju penurunan produksi alami (natural decline).
"Pertamina EP Prabumulih Field akan terus melakukan optimasi sumur, well service terjadwal, serta pemantauan performa produksi secara berkelanjutan guna menekan laju penurunan produksi alamiah seminimal mungkin. Dengan strategi ini, keberhasilan pengembangan Sumur LBK-031 diharapkan mampu menstabilkan, bahkan meningkatkan, capaian produksi migas," kata Luthfi.