Dengung Kecil, Jejak Besar Efek Berganda Migas yang Mengubah Nasib Perempuan Desa

Puji dan kelompok perempuan di Desa Suka Maju berhasil menjual 20 kilogram produk olahan pangan menjelang Lebaran 2026.

Tasmalinda
Rabu, 10 Juni 2026 | 22:15 WIB
Dengung Kecil, Jejak Besar Efek Berganda Migas yang Mengubah Nasib Perempuan Desa
Fuji dan kerupuk produksi kelompoknya
Baca 10 detik
  • Puji dan kelompok perempuan di Desa Suka Maju berhasil menjual 20 kilogram produk olahan pangan menjelang Lebaran 2026.
  • Pendapatan sebesar Rp2 juta dari penjualan keripik membantu perekonomian keluarga serta biaya pendidikan anak para anggota kelompok.
  • Usaha tersebut merupakan dampak positif dari Program Beeyond Honey milik PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang sejak 2021.

SuaraSumsel.id - Lebaran Idulfitri tahun ini menjadi momen yang cukup membahagiakan bagi Puji.

Perempuan yang tinggal di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, itu tidak menyangka produk olahan yang dibuat bersama kelompoknya mendapat pesanan hingga belasan kilogram menjelang hari raya.

Dalam sepekan sebelum Lebaran, kelompok perempuan yang ia ikuti menerima pesanan sekitar 15 hingga 20 kilogram keripik singkong merek Masinis dan grubi berbahan ubi jalar. "Baru Lebaran tahun ini kami menerima pesanan sebanyak itu," kata Puji saat ditemui, Rabu (10/6/2026).

Pesanan tersebut memang belum bisa disebut besar jika dibandingkan dengan pelaku usaha yang sudah mapan. Namun bagi Puji dan anggota kelompok lainnya, capaian itu menjadi penanda bahwa usaha yang mereka bangun perlahan mulai menemukan pasar.

Baca Juga:Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Ini Dampaknya bagi Kelas Menengah dan UMKM di Sumsel

Dari produksi yang dilakukan secara bersama-sama, kelompok memperoleh pendapatan sekitar Rp2 juta. Nilai itu kemudian dibagi kepada anggota yang aktif terlibat dalam proses produksi.

Bagi Puji, tambahan penghasilan tersebut cukup berarti. Selain membantu kebutuhan sehari-hari, sebagian pendapatan digunakan untuk menunjang biaya pendidikan anak-anaknya. "Setidaknya ada tambahan untuk kebutuhan sekolah anak, ada THR juga," ujarnya sambil tersenyum.

Puji masih memiliki dua anak yang sedang menempuh pendidikan. Karena itu, setiap tambahan pendapatan yang diperoleh memiliki arti tersendiri bagi keluarganya.

Sebelum bergabung dalam kelompok usaha, aktivitas Puji tak jauh berbeda dengan sebagian besar perempuan lain di desanya. Selain mengurus rumah tangga, ia membantu pekerjaan keluarga di kebun sawit.

Kesempatan memperoleh penghasilan tambahan di luar sektor perkebunan tidak banyak. Karena itu, ketika kelompok perempuan mulai mencoba mengembangkan usaha olahan pangan lokal pada 2024, ia ikut terlibat meski saat itu belum ada jaminan produk yang mereka buat akan diterima pasar.

Baca Juga:Dua Sumur Baru Pertamina EP Zona 4 Tambah Produksi Migas hingga 4.834 Barel per Hari

Mereka belajar membuat berbagai olahan berbahan singkong dan ubi jalar, mencoba beragam cita rasa, memperbaiki kemasan, hingga mencari cara memasarkan produk.

Prosesnya tidak selalu mudah.

Pasar mereka masih terbatas. Penjualan sebagian besar mengandalkan lingkungan sekitar dan jaringan pertemanan. Namun perlahan usaha tersebut mulai berkembang.

Di balik usaha yang dijalankan Puji dan kawan-kawannya, terdapat cerita yang lebih besar tentang bagaimana sebuah program pemberdayaan mampu melahirkan aktivitas ekonomi baru di tingkat desa.

Kelompok perempuan tersebut tumbuh dalam ekosistem Program Beeyond Honey yang dikembangkan PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang.

Program yang dimulai pada 2021 itu awalnya berfokus pada budidaya lebah madu sekaligus upaya menjaga keseimbangan lingkungan. Di Desa Suka Maju, masyarakat kini mengelola sekitar 160 kotak lebah madu yang ditempatkan di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan. Lebah tidak hanya dipandang sebagai penghasil madu, tetapi juga menjadi indikator alami kesehatan lingkungan.

Seiring berjalannya waktu, dampak program tidak berhenti pada produksi madu.

Masyarakat membentuk Koperasi Sukma Jaya sebagai wadah pengelolaan usaha madu secara kolektif. Koperasi tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi produktif yang lahir dari program pemberdayaan.

Tak hanya itu, program juga mendorong penanaman kembali sekitar 2.000 tanaman buah dan bunga untuk mendukung keberlanjutan ekosistem sekaligus memperkuat sumber pakan lebah.

Manager Community Involvement and Development (CID) Regional 1 PT Pertamina Hulu Rokan, Iwan Ridwan Faizal mengatakan jika perubahan yang terjadi di Desa Suka Maju menunjukkan bahwa program pemberdayaan masyarakat dapat berkembang melampaui tujuan awalnya. "Beeyond Honey membuktikan bahwa ketika masyarakat diberdayakan dan alam dijaga, keduanya bisa tumbuh bersama," kata Iwan.

Menurut dia, program tersebut tidak hanya menghasilkan manfaat lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang dikelola langsung oleh masyarakat.

Apa yang terjadi di Desa Suka Maju menunjukkan bahwa efek berganda industri hulu migas tidak selalu hadir dalam bentuk investasi besar atau pembangunan fisik yang mencolok.

Sering kali dampaknya tumbuh perlahan dan menjalar ke berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Pengamat ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Amidi, menilai efek berganda industri hulu migas tidak hanya tercermin dari kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian nasional, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan aktivitas ekonomi baru di sekitar wilayah dan sekitar operasi.

"Multiplier effect tidak berhenti pada produksi migas. Ketika keberadaan industri mampu melahirkan usaha baru, koperasi, kelompok perempuan produktif, hingga sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat, maka di situlah dampak ekonominya bekerja," ujarnya.

Menurut Amidi, program pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan kebutuhan lokal memiliki peluang lebih besar menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

"Kalau sebelumnya masyarakat hanya menjadi penerima manfaat, kemudian berkembang menjadi pelaku usaha yang menghasilkan pendapatan sendiri, itu menunjukkan adanya transformasi ekonomi. Dampaknya mengalir ke keluarga, pendidikan anak, dan pada akhirnya memperkuat ekonomi desa," katanya.

Penilaian itu tampak menemukan relevansinya di Desa Suka Maju. Program yang awalnya berangkat dari upaya menjaga populasi lebah dan keseimbangan lingkungan gambut kini berkembang menjadi ekosistem yang melibatkan masyarakat dalam berbagai aktivitas produktif.

Dari kotak-kotak lebah yang ditempatkan di pinggir desa, lahir koperasi, rumah produksi, kelompok usaha perempuan, hingga sumber penghasilan tambahan bagi keluarga-keluarga yang sebelumnya bergantung pada sektor perkebunan.

Tak heran jika Program Beeyond Honey kemudian meraih Silver Award kategori Best Community Program dalam ajang 18th Annual Global CSR & ESG Awards 2026 di Bangkok, Thailand.

Namun bagi Puji, penghargaan internasional itu bukan hanya hal yang paling ia rasakan dampaknya. Perubahan yang sesungguhnya justru hadir dalam kehidupan sehari-hari perempuan desa.

Dalam ruang-ruang produksi yang kini memberi perempuan kesempatan untuk berkarya. Dalam tambahan penghasilan yang membantu biaya pendidikan anak. Dan dalam tumbuhnya keyakinan bahwa mereka pun mampu menciptakan peluang dari desa tempat mereka tinggal.

Dari luar, perubahan itu mungkin tampak sederhana. Hanya dengung lebah yang nyaris tak terdengar di antara hamparan perkebunan.

Namun di Desa Suka Maju, dengung kecil itu telah menjelma menjadi jejak perubahan yang nyata. Ia tidak hanya menghubungkan upaya menjaga lingkungan dengan penguatan ekonomi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi perempuan desa untuk mengambil peran lebih besar dalam menentukan masa depan keluarganya.

Barangkali di situlah makna sesungguhnya dari efek berganda hulu migas: ketika sebuah inisiatif yang berawal dari kotak-kotak lebah mampu menjalar menjadi harapan, kesempatan, dan kehidupan yang lebih baik bagi banyak orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak