- Dewan Komisaris PT Pusri melakukan kunjungan kerja ke Padang, Sumatera Barat, yang berlangsung sekitar sepekan lalu.
- Rombongan berfoto di jalur ekstrem Sitinjau Lauik hingga memicu hambatan lalu lintas dan menuai kecaman publik.
- Pihak kepolisian menyatakan tindakan tersebut membahayakan keselamatan pengguna jalan serta akan menjadi bahan evaluasi kedepannya.
SuaraSumsel.id - Kunjungan kerja yang seharusnya berjalan biasa justru berubah jadi sorotan publik. Rombongan Dewan Komisaris PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) mendadak viral setelah terekam berhenti dan berfoto di kawasan Sitinjau Lauik, jalur ekstrem yang dikenal berbahaya di Sumatera Barat.
Momen itu mencuri perhatian karena terjadi di tengah kondisi jalan yang curam dan penuh tikungan tajam, lokasi yang selama ini dihindari untuk aktivitas berhenti, apalagi sekadar berfoto.
Padahal sebelumnya, kunjungan tersebut merupakan agenda resmi perusahaan. Dalam unggahan media sosial Pusri, rombongan yang dihadiri Komisaris Utama Siti Nurizka Puteri Jaya bersama komisaris Arteria Dahlan dan Bambang Supriyambodo terlihat melakukan peninjauan ke gudang pupuk di Padang.
Namun, situasi berubah ketika video rombongan mereka di Sitinjau Lauik beredar luas. Dalam rekaman tersebut, kendaraan tampak berhenti di tikungan, sementara beberapa orang turun dan berdiri di pinggir jalan.
Baca Juga:Ikan Mati Massal di Sungai Musi, Warga Sebut Limbah PT Pusri Diduga Penyebabnya
Aksi ini langsung menuai reaksi. Selain dinilai berisiko, keberadaan rombongan di titik tersebut disebut sempat membuat kendaraan lain harus melambat bahkan tertahan.
Sitinjau Lauik sendiri bukan jalur biasa. Jalan ini dikenal sebagai salah satu rute paling menantang di Sumatera Barat, dengan tanjakan curam dan tikungan ekstrem yang kerap menjadi lokasi kecelakaan, terutama bagi kendaraan besar.
Awalnya, video aksi rombongan berfoto di tengah jalan ini sempat beredar di Instagram, tapi telah hilang. Namun di Threads kembali heboh.
"Kejadian yang tidak masuk akal sekaligus memprihatinkan. Di tikungan terjal dan curam, mereka berhenti hanya untuk berfoto, sementara pengguna jalan yang lain terpaksa menunggu. Sangat membahayakan mereka sendiri & pengguna jalan yang lain. Mirisnya ini dikawal oleh polantas pula. Terpantau salah satunya dengan mobil dengan Nopol BA," tulis akun Threads @joezenzie disertai video aksi rombongan tersebut berfoto.
Pihak kepolisian pun membenarkan adanya aktivitas rombongan tersebut. Mereka menyebut kejadian itu masih berkaitan dengan kunjungan kerja, namun sekaligus mengingatkan bahwa berhenti di jalur ekstrem seperti Sitinjau Lauik berpotensi membahayakan pengguna jalan lain dan menjadi bahan evaluasi.
Baca Juga:Kronologi Kecelakaan Kerja PT Pusri yang Tewaskan Pekerja Saat Malam Takbiran
Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sumbar, AKBP Andis Anshori. Namun, Andis menegaskan bahwa personel patwal bukan dari PJR Ditlantas Polda Sumbar. Mobil Patwal itu merupakan personel dari Satlantas Polres Solok Kota.
"Yang kawal Polres Solok Kota. (Kejadian) sudah seminggu yang lalu, itu dikawal bukan sama PJR, ya, soalnya orang tahunya PJR," kata Andis, Minggu 12 April 2026.
Peristiwa ini memperlihatkan kontras yang tajam: di satu sisi agenda resmi perusahaan, di sisi lain muncul aksi yang memicu kekhawatiran publik.
Apa yang terlihat sebagai momen singkat di lapangan, justru berubah menjadi perbincangan luas. Di era media sosial, satu tindakan kecil di ruang publik bisa dengan cepat menjadi sorotan besar—terutama jika menyangkut keselamatan.