Baca 10 detik
- PT Bukit Asam mencatat peningkatan produksi dan penjualan batu bara sepanjang 2025 di tengah penurunan harga pasar global.
- Perusahaan berhasil meraih laba bersih Rp2,93 triliun melalui strategi efisiensi operasional serta perluasan pasar ekspor ke Eropa.
- PTBA menargetkan peningkatan target produksi dan penjualan batu bara menjadi 49,5 juta ton pada tahun 2026 mendatang.
“Dengan fokus pada efisiensi dan pengembangan bisnis berkelanjutan, kami optimistis dapat menjaga kinerja positif sekaligus berkontribusi pada ketahanan energi nasional,” tutup Arsal.
Kinerja PTBA ini memberi sinyal penting: industri batu bara tidak lagi semata bergantung pada harga global. Perusahaan yang mampu beradaptasi, baik dari sisi efisiensi maupun ekspansi pasar—akan tetap tumbuh bahkan di tengah tekanan.
Di tengah ketidakpastian energi global, langkah PTBA bisa menjadi gambaran masa depan industri batu bara Indonesia: bukan soal siapa yang menunggu harga naik, tetapi siapa yang paling cepat beradaptasi.