- Jumlah penumpang kereta api di Sumatera Selatan meningkat 15 persen selama triwulan pertama tahun 2026.
- Lonjakan mobilitas tersebut dipicu oleh momentum libur panjang serta kebutuhan masyarakat akan perjalanan yang praktis.
- Faktor harga terjangkau, ketepatan jadwal, dan kenyamanan fasilitas menjadikan kereta api pilihan utama bagi para penumpang.
SuaraSumsel.id - Lonjakan jumlah penumpang kereta api di Sumatera Selatan hingga 15 persen pada triwulan pertama 2026 bukan terjadi tanpa sebab. Di balik angka tersebut, tersimpan perubahan pola mobilitas masyarakat yang kini semakin bergeser ke moda transportasi rel.
Dalam periode Januari hingga Maret 2026, ratusan ribu warga tercatat menggunakan layanan kereta api. Angka ini menunjukkan bahwa kereta bukan lagi sekadar alternatif, tetapi mulai menjadi pilihan utama.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyebut peningkatan ini dipengaruhi tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada periode tertentu.
“Peningkatan jumlah penumpang ini menunjukkan minat masyarakat terhadap transportasi kereta api semakin tinggi,” ujar Aida.
Baca Juga:Nasabah Setia Bank Sumsel Babel Lubuklinggau Dapat Kejutan Mobil Toyota Rush
Menurut Aida, momentum libur panjang dan hari besar menjadi salah satu faktor utama meningkatnya jumlah penumpang.
“Pada periode libur, mobilitas masyarakat meningkat sehingga berdampak langsung pada jumlah pengguna jasa kereta,” jelasnya.
Banyak warga memilih kereta karena dinilai lebih praktis untuk perjalanan antarkota tanpa harus menghadapi kemacetan.
Selain faktor momentum, harga tiket juga menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat.
Kereta api dinilai menawarkan tarif yang relatif stabil dan terjangkau, sehingga menjadi pilihan bagi berbagai kalangan.
Baca Juga:Rp8,68 Miliar untuk Rumah Dinas DPRD Sumsel di 2026, Apa Pertimbangan di Baliknya?
Hal ini turut mendorong peningkatan jumlah pengguna dalam beberapa waktu terakhir.
Aida menambahkan, ketepatan waktu menjadi salah satu keunggulan utama transportasi kereta api.
“Kereta api memiliki jadwal yang lebih pasti sehingga memberikan kepastian bagi penumpang,” ujarnya.
Bagi banyak pengguna, faktor ini menjadi alasan utama beralih dari moda transportasi lain.
Selain itu, peningkatan fasilitas dan layanan juga turut berkontribusi terhadap meningkatnya minat masyarakat.
Penumpang kini merasakan kenyamanan lebih selama perjalanan, mulai dari tempat duduk hingga suasana perjalanan yang lebih stabil.