9 Fakta Mengerikan Warga Palembang Jadi Operator Penipuan di Kamboja, Polisi Bongkar Dugaan TPPO

9 fakta mengejutkan warga Palembang jadi korban penipuan kerja di Kamboja, disetrum dan dipaksa jadi operator scam, Polda Sumsel selidiki TPPO.

Tasmalinda
Selasa, 31 Maret 2026 | 14:56 WIB
9 Fakta Mengerikan Warga Palembang Jadi Operator Penipuan di Kamboja, Polisi Bongkar Dugaan TPPO
Gubernur Herman Deru memfasilitasi pemulangan 14 WNI asal Palembang Sumatera Selatan [dok Pemprov Sumsel]
Baca 10 detik
  • 14 warga Palembang di Kamboja menjadi korban eksploitasi operator penipuan online setelah direkrut ilegal melalui Telegram.
  • Para korban mengalami kekerasan fisik dan tekanan mencapai target fantastis ketika janji pekerjaan bergaji tinggi tidak terpenuhi.
  • Polda Sumatera Selatan sedang menyelidiki kasus ini secara mendalam untuk mengungkap dugaan kuat praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

SuaraSumsel.id - Kasus yang menimpa 14 warga Palembang di Kamboja membuka sisi gelap kejahatan lintas negara yang kini semakin canggih. Berangkat dengan harapan hidup lebih baik, mereka justru terjebak dalam praktik penipuan online dan mengalami kekerasan fisik.

Polda Sumatera Selatan pun kini turun tangan, menelusuri dugaan kuat adanya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di balik peristiwa ini.

Berikut 9 fakta penting yang terungkap:

1. Direkrut Lewat Telegram dengan Iming-iming Gaji Tinggi

Baca Juga:5 Fakta Kepulangan Pekerja Migran Sumsel dari Kamboja, Ternyata Tidak Semudah yang Dibayangkan

Para korban awalnya ditawari pekerjaan di restoran dengan gaji mencapai belasan juta rupiah per bulan. Rekrutmen dilakukan melalui media sosial, tanpa proses resmi.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan serius dan sudah mengumpulkan seluruh informasi dari belasan pekerja asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) ini.

“Kami masih melakukan penyelidikan, termasuk menelusuri akun media sosial yang menyebarkan informasi tersebut. Dugaan TPPO masih kami dalami,” ujarnya dihubungi Selasa (31/3/2026).

2. Diberangkatkan Secara Ilegal

Perjalanan mereka tidak melalui jalur resmi tenaga kerja. Rutenya berlapis seperti dari Palembang, Jakarta, Malaysia, Vietnam, hingga akhirnya masuk ke Kamboja secara tidak sah alias ilegal.

Baca Juga:Cerita di Balik Kiriman Uang Lebaran, Saat Bank Sumsel Babel Jaga Semua Tetap Tepat Waktu

3. Janji Kerja Berubah Jadi Eksploitasi

Setibanya di lokasi penempatan, pekerjaan yang dijanjikan ternyata tidak ada. Mereka justru dipaksa bekerja sebagai operator penipuan online.

4. Dipaksa Menipu Orang Lain Setiap Hari

Korban ditugaskan mencari target melalui media sosial, lalu diarahkan ke aplikasi komunikasi untuk menjalankan aksi penipuan digital.

5. Target Fantastis, Puluhan Juta Rupiah

Setiap korban dibebani target tinggi dalam sehari. Tekanan ini membuat mereka bekerja di bawah ancaman terus-menerus disertai dengan ancanaman dan hukuman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak